Let’s cook ~ Chicken Meatballs Soup

IMG_20151112_074751_HDR

Almost everyone loves soup. Me and my family of course do. This Chicken Meatballs Soup is one of our favourite soups.

Ingredients for chicken meatballs:

* 200 gr ground breast chicken

* 150 gr vermicelli, cut 2 cm, put into water to soften

* 50 gr black fungus (black ear fungus), put into water to soften, then sliced thin

* 1 pc carrot, sliced very thin (like peels) and short (1 cm)

* 1 white egg

* 2 garlic, chopped

* ¼ teaspoon white pepper (approx)

* ¾ teaspoon salt (approx)

* 1 tablespoon sago flour

 

Ingredients for the soup:

*  garlic, chopped

*  onion, finely chopped

*  ginger (approx. 1,5 cm), bruised

*  salt

*  white pepper

*  carrot, sliced thin

*  cooking oil for sautéing

*  make broth by boiling the chicken bones in approx 1500 ml of water

 

Cooking steps:

* Chicken meatballs

Mix ground breast chicken with chopped garlic, salt and white pepper, add white egg, thin sliced carrot, vermicelli and black fungus, then add sago flour, mix well. Make small balls.

Boil water until its boiling point, put the meatballs into the boiled water. Cook until the meatballs float, then lift them out of the water and drain them.

* The soup

Saute garlic and onion in cooking oil, add ginger, salt and white pepper, stir until it smells good. Put the sauteed mixture into the broth, cook until its boiling point. Add carrot, keep cooking. The last, put the meatballs into the broth, keep cooking for 3-4 minutes.

If like, add sliced celery and spring onion.

Note: I made a variation of filling the chicken meat mixture into tofu inserts, as we love tofu 🙂

IMG_20151112_074807_HDR

Serpong, 15th November 2015, 21.42

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Bliss – a poem

IMG_20151107_112942_HDR

Late this evening as we walked hand in hand

Going along way, sensing the rain stills

In silence we were sharing our blissfulness

While looking at people who pass by

Were they feeling their happiness too?

 

At the crossroad, a sweet lady graciously greeted us

We love her smile as it brought our lovely memories of Mama

Nature was flowing the sincerities through her kindness

And the warmth of love is embracing our souls

Did we make the lonely moon jealous?

 

Evening was turning into night, hand in hand we were still

As love is getting stronger, it is maturing us, as well

Such a perfect sweetness we do experience

If blessings were the most beautiful thing we may perceive

Then, why should we wearily seeking for the other merriments?

 

*Just a never ending gratitude from our hearts

 

24961_384205424766_3987321_n

~Sherly Hermawan~

Monday, 9th November 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 9th November 2015, 23.13

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Bilang ‘terima kasih’ itu menyenangkan hati kita sendiri lo… Let’s be a better person #4

2394db581d08cd54d162a35f9b5d5b0e

Mengucapkan ‘terima kasih’ sangat erat kaitannya, atau bahkan merupakan satu paket, dengan sikap dan rasa bersyukur. Sebagian orang bisa dengan ringan mengucapkan terima kasih, tapi untuk sebagian lainnya, ‘terima kasih’ bukanlah sesuatu yang dengan mudah meluncur dari mulutnya atau terlihat dari sikapnya.

Ada beragam alasan yang bisa jadi penyebab seseorang enggan mengucapkan terima kasih. Berikut ini beberapa alasan yang saya coba rangkum berdasarkan pemikiran saya, pengalaman saya bertemu dengan orang-orang yang enggan mengucapkan terima kasih  dan juga hasil dari membaca artikel-artikel terkait:

* Malu

Bagi yang tidak biasa, atau mungkin tidak dibiasakan dalam keluarga/orangtua, mengucapkan terima kasih kadang terasa berlebihan atau tidak seharusnya, jadi ada perasaan kikuk dan malu jika harus mengucapkan terima kasih pada seseorang.

* Kuatir dianggap berhutang budi

Dengan mengucapkan terima kasih berarti mengakui kebaikan seseorang, ini menimbulkan beban perasaan bahwa suatu saat harus membalas kebaikan orang tersebut.

* Kuatir dianggap lemah dan tidak pantas

Ada orang-orang yang merasa ‘rendah’, dan kuatir dianggap sebagai orang yang perlu dikasihani, jika dia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya dari orang lain. Sikap seperti ini menimbulkan kesan ‘sombong tidak pada tempatnya’, dan biasanya orang yang punya perasaan seperti ini adalah orang yang memang seringkali butuh bantuan orang lain.

Disisi lainnya, saya juga pernah bertemu seseorang yang membicarakan temannya lebih kurang begini “saya gak suka orang yang sering mengucapkan terima kasih, karena pasti ada maunya”. Dia beranggapan ucapan terima kasih yang dia terima bukan sesuatu yang baik dan tulus. Dia membangun pikiran negatif bahwa orang yang mengucapkan terima kasih adalah orang yang akan merepotkan atau membebani dia. Pikiran yang agak aneh ya.

* Kurangnya kemampuan berinteraksi dalam hal memberi pujian

Ada sebagian orang yang merasa canggung untuk melontarkan pujian, nah kelirunya, mengucapkan terima kasih juga dianggapnya sama dengan memuji. Orang yang kurang pandai memberi pujian (secara tulus ya, bukan menjilat), biasanya juga merasa canggung jika ada orang lain yang memberi pujian padanya.

* Kurang mampu bersyukur

Cukup banyak orang yang kurang pandai melihat indahnya berkat, terlalu sibuk dengan segala urusan, terlalu fokus pada masalah yang dihadapinya, sehingga kurang peka saat ada kemudahan, saat ada masalah yang terselesaikan, saat ada momen kebetulan yang meringankan bebannya. Jika tidak peka menghitung berkat, tidak melihat kesempatan untuk bersyukur, maka ‘terima kasih’ bisa dipastikan tidak akan terucap.

7e2e94623ef9e11f4a1a059c13737410

Bagaimanapun, ‘terima kasih’ haruslah disampaikan secara alamiah, tidak dibuat-buat, harus dengan sikap tulus dan positif. Dengan menyampaikan terima kasih yang tulus, efek positifnya akan memberikan rasa nyaman bagi diri kita, melegakan perasaan dan meringankan hati.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya ini  🙂

“At the end of the day, say thank you and get a good night’s rest” ~www.LiveLifeHappy.com~

369e23a59afb0608564259c3a0211c81

~Sherly Hermawan~

Friday, 6th November 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 6th November 2015, 20.43

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Food reviewing… Come on visiting Tangerang and enjoy its yum-yum and fun culinary

9be033db8858ed2a0938e2cea224e8c1

I live in Serpong, South Tangerang area. Tangerang all around has so many culinary spots. Here I would like to share my findings for culinary in Tangerang, which mostly is Cina Benteng Peranakan foods, but they are all, for sure, yummy… 🙂

Morning Hawkers 

Nasi uduk komplit Encim Sukaria –  it includes savoury rice (nasi uduk – rice steamed in coconut milk), served with fried vermicelli (bihun goreng), stew potato+tofu+egg (semur), choices of fried side-dish (hash potato, corn fritter, vegetable fritter), fried onion and crackers. Optionally, we can also get some other side-dishes, such as egg in chili sauce, tofu & egg cooked in coconut milk gravy.

My taste review: good, high demand food

Price range per person: Rp25.000,- – Rp40.000,-                 

Available from 6.30 am until around 2.00 pm

 Nasi Uduk Komplit Encim Sukaria 23.11.2014

Ketupat Sayur Encim Sukaria – it includes pieces of steamed rice cake (ketupat – rice steamed in rhomb shape), vegetable+egg in coconut milk gravy (sayur lodeh), choices of fried side-dish (hash potato, corn fritter, vegetable fritter). Optionally, we can also get some other side-dishes, such as egg in chili sauce, tofu & tempe cooked in coconut milk gravy, stew potato+tofu+egg.

My taste review: better than good, high demand food

Price range per person: Rp25.000,- – Rp40.000,-

Available from 6.30 am until around 2.00 pm

 Ketupat Sayur Cap Go Me Encim Sukaria Cina Benteng Culinaire 23.11.2014   Ketupat Nasi Uduk Encim Sukaria

Ketupat Sayur Pasar Lama – the content is almost the same as Ketupat Sayur Encim Sukaria’s. The difference is, it’s a kind of food stall at the roadside, they provide some plastic seats for customers while eating. They do not offer any optional side-dish.

My taste review: good, high demand food

Price per standard portion: Rp12.000,-

Available from 6.30 am until around 11.00 am

Ketupat sayur Ps Lama 2  Ketupat Sayur Ps Lama

Es Podeng – it’s a kind of dessert, includes pieces of cubed white bread, boiled mung beans, kolang-kaling and merah delima, topped by traditional-made ice cream and chocolate condensed milk (if like).

 Es Podeng

 

Evening Hawkers

Sate Ayam H. Ishak, Pasar Lama – it includes 10 skewers of chicken satay, pieces of steamed rice cake (lontong), served with spicy peanut sauce.

My taste review: delicious, very high demand food

Price range per standard portion: Rp17.000,- – Rp25.000,-

Available from 3.00 pm until around 7.30 pm

 Sate H Ishak 3   Sate H Ishak 1

Otak-otak – snack made of grounded fish + flour + coconut milk, mixed – index finger shaped – wrapped by banana leaf – grilled. Served with peanut chili sauce

My taste review: it’s yummy, I like Otak-otak 🙂

Price range per portion of 10 pcs: Rp27.000,-

Available during evening hours

 Otak-otak 2 

And here are the other food stalls we could find along the street of Pasar Lama, Tangerang

(sorry that I could not give any details for these food stalls, for I haven’t yet trying them out)

 

Roti Bakar 88

Toast served with various fillings and toppings

Roti Bakar 88  

Ketan Duren, Ketan Susu, Ketan Keju Susu

Kind of munchies, steamed glutinous rice served with some choices of topping; durian sauce, milk sauce, and milk cheese sauce

  Ketan Duren

Nibbles

This place is probably a snack & drink café

Nibbles

See these pictures, showing you the fun & full of lamplight nights in Tangerang

Street Food 1 Street Food 2

Everybody thinks that every girl’s dream is to find the perfect guy…pshhh, every girl’s dream is to eat without getting fat” ~Daisy Villanueva~

Serpong, 4th November 2015, 14.58

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Night – a poem

IMG_20151029_065552

Night  was a harbourage

   that offers the cold wind blowings

   To soothe the fatigued soul and body

   To tranquilize all the restlessness

   To assuage the indignations

Night was a widespread prairie

   that unfolds  its spaciousness

   Calling the lovers to lay down side by side

   Swapping the stories of love

   and asking the moon perfecting their cheerfulness

Night was about a beautiful solitude

   Befriended words, revealing the joys from within the soul

   Embracing sweethearts in prayers and hopes

   Looking at the memories of the beloved ones

   And expressing gratitude to the Lord for  the wondrous nights

42c285a28d03945c318f14c9e9d4ca4d

~Sherly Hermawan~

Monday, 2nd November 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 2nd November 2015, 23.58

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Jadi teman yang asyik yuk ~ Let’s be a better person #3

34568a392165e99f1eafb6e28943e702

Berteman adalah sesuatu yang menyenangkan. Persahabatan adalah salah satu anugerah kehidupan. Mereka yang bisa memiliki seorang sahabat sejati dan atau menjadi seorang sahabat sejati adalah orang-orang yang beruntung. Kehadiran teman akan memberi warna dan pengalaman dalam kehidupan. Warna dan pengalaman yang indah bisa membawa kita pada kebahagiaan dan keberhasilan, sementara warna dan pengalaman yang suram akan membawa kita pada ketidakbahagiaan. Nah, pandai-pandailah memilih teman, dan pandai-pandailah juga bersikap sebagai teman.

Berteman itu seperti berbagi kehidupan. Ada sebagian aspek kehidupan yang kita rasakan nyaman jika bisa kita ceritakan kepada sahabat atau lakukan bersama teman, mungkin sama nyamannya dengan bercerita dalam tulisan bagi yang suka menulis. Dengan adanya beragam media sosial yang menyediakan fasilitas untuk kemudahan berkomunikasi, hubungan pertemanan menjadi lebih praktis dan nyaman. Namun tetap, menurut saya, menemukan teman yang betul-betul cocok dan ‘sehati’ tidaklah mudah dan bukan suatu kebetulan. Demikian pula menjadi seorang teman yang bisa diandalkan sebagai tempat berbagi, juga tidak terjadi secara kebetulan. Perlu waktu dan situasi yang mendukung sehingga dua atau lebih orang bisa menjadi teman karib yang saling cocok. Perlu juga sikap yang baik dan ketulusan dari semua pihak yang menjalin pertemanan.

Ketulusan (sincerity) tentu saja bukan sesuatu yang bisa diatur atau dibuat-buat. Ketulusan adalah sesuatu yang bisa hadir secara spontan, namun bisa juga muncul seiring dengan kecocokan demi kecocokan yang dirasakan.  Sedangkan sikap (attitude) adalah sesuatu yang bisa diperbaiki, diubah, dikembangkan menjadi lebih baik. Yuk kita lihat apa saja sikap yang kurang menyenangkan atau bahkan mengganggu pertemanan, tapi pasti bisa diperbaiki, kalau kita mau membuka diri untuk berubah.

* Terlalu banyak komentar (rame ajah)

Semua dikomentarin, mulai dari komentar yang pasti betul sampai yang hanya kira-kira, atau bahkan yang jauh melenceng dari topik pembicaraan.

Coba deh mulai sekarang batasi keinginan untuk harus selalu berkomentar. Berkomentarlah segera kalau punya jawaban yang pasti atau masukan yang jelas. Jika tetap ingin berkomentar, tetapi tidak punya jawaban yang pasti (mungkin diperlukan karena setelah beberapa menit belum ada teman lain  yang memberi tanggapan), berkomentarlah dengan jujur, misalnya ‘wah aku malah baru tahu’ atau ‘aku malah dapat pengetahuan nih’. Jangan mengharuskan diri untuk menjawab setiap pertanyaan dan menanggapi setiap topik, apalagi sampai berkomentar yang melenceng. Jangan merasa jadi orang yang kurang pengetahuan atau kurang gaul, hanya karena tidak punya komentar yang sesuai atas satu-dua topik. Mana ada sih orang yang tahu segala hal, bisa menjawab semua pertanyaan, memahami semua kejadian.

* Terlalu banyak dan terlalu mudah bertanya (kepo banget)

Nanya melulu, mulai dari pertanyaan yang gak penting-penting amat, sampai pertanyaan yang jawabannya sudah dibahas sebelumnya.

Coba deh sebelum melempar pertanyaan, pikirkan dulu, apakah saya betul-betul perlu tahu jawabannya, apakah pertanyaan saya ini punya nilai sehingga teman-teman merasa perlu memberi jawaban. Coba juga mulai sekarang, sebelum bertanya, pakai logika dan nalar sendiri dulu. Ada  banyak pertanyaan kita yang bisa kita temukan sendiri jawabannya atau sadari perlu tidaknya bertanya, setelah kita memanfaatkan logika dan nalar kita. Kalau kemudian mentok, betul-betul gak punya ide untuk mencari tahu sendiri, barulah bertanya. Percaya deh, pertanyaan yang kita kemukakan setelah kita pikirkan dulu logis tidaknya dan perlu tidaknya ditanyakan, adalah pertanyaan yang bermutu.

* Selalu penuh kekuatiran (gampang galau)

Kuatir ini kuatir itu, mulai dari urusan kecil sampai urusan yang gak berat-berat amat.

Coba deh jangan melihat semua hal dari sisi yang sulit, lihatlah dari sisi solusi yang bisa ditemukan dan dipakai untuk menghalau kekuatiran. Coba bersikap rileks dan tenang disaat membaca, mendengar, mengetahui sesuatu yang diluar prediksi atau yang tidak diantisipasi sebelumnya. Dengan pikiran tenang dan sikap rileks, kita bisa lebih mudah menemukan solusi, kendala akan lebih mudah diatasi atau dicari jalan keluarnya.

* Sikap kurang peduli (cuek)

Ada teman yang rajin sekali membagi info di grup WA dimana saya dan dia bergabung, hasil copy dari grup sana lalu paste di grup sini. Yang bikin kurang nyaman adalah, setelah mem-paste, sepertinya dia merasa tugasnya selesai, hpnya tidak dilihat lagi, sehingga jika ada pertanyaan atau tanggapan atas info yang dibaginya itu, dia tidak menjawab atau menanggapi. Jadi tidak jarang, info bagus yang dia bagikan itu akhirnya tidak memberi nilai positif karena hilang begitu saja, tergeser oleh percakapan-percakapan berikutnya.

Teman ini sepertinya termasuk tipe yang menggunakan hp pada saat dia ada keperluan saja, salah satunya adalah saat dia ingin membagi info. Setelah keperluannya selesai, hp dicuekin, gak dilihat-lihat sampai ada keperluan berikutnya. Membagi info bagus tapi kemudian tidak ada penjelasan lebih lanjut apabila ada pertanyaan, bukankah jadi menyebabkan kekurangnyamanan bagi teman-teman lain?

Coba ya, kalau dia mau lebih memahami bahwa komunikasi itu akan berkualitas jika terjalin antara 2 orang atau lebih dan berlangsung 2 arah, maka info yang dia bagikan pasti akan bermanfaat dan memiliki nilai positif.

* Mudah dan sering merevisi keputusan (plin-plan)

Memang terkadang tidak bisa dihindari keharusan merevisi keputusan karena kondisi dan situasi pribadi, tapi kalau hal ini terjadi hampir di setiap keputusan yang sudah dibuat, kan jadi merepotkan, apalagi kalau keputusan itu menyangkut acara yang melibatkan banyak orang dan ada unsur penghitungan biaya dan pengaturan jadwal, bisa mengakibatkan revisi pada setting grup secara keseluruhan kan.

Sebaiknya, kedewasaan berpikir dan pertimbangan yang baik harus kita aplikasikan di setiap saat kita akan menyampaikan keputusan atau konfirmasi. Terlalu cepat memberikan konfirmasi (supaya terkesan sebagai pengambil keputusan yang cepat), seringkali malah jadi menimbulkan kesan kurang dewasa dan juga kurang menghargai teman yang mengurus dan mengatur. Jika memang diperbolehkan memberikan keputusan sementara (tentative), tanyakan batas waktu konfirmasi final yang harus disampaikan. Jika kondisi dan situasi pribadi mengharuskan kita merevisi keputusan atau membatalkan konfirmasi yang sudah kita sampaikan sebelumnya, berikan alasan sebenarnya, jangan mengarang, dan jangan ragu untuk minta maaf karena kemungkinan menjadi penyebab perubahan pada setting grup secara keseluruhan.

* Membuat kelompok (nge-gank)

Jangan deeehhh…ini mah gayanya abg, sangat gak cocok untuk yang sudah melewati usia abg.

Kalau sudah membuat kelompok di dalam kelompok, akan sulit bersikap fair secara merata, seringkali sengaja atau tidak sengaja, keberpihakan pada kelompok kecil akan terlihat jelas.

Akan timbul kecanggungan dan kehati-hatian yang tidak seharusnya yang bisa dirasakan oleh sebagian teman diluar kelompok kecil tersebut, yang memiliki kepekaan lebih.

Saat kita berada dalam suatu kelompok pertemanan, bertemanlah dengan sikap tulus dan wajar dengan semua teman dalam kelompok tersebut. Jika ada beberapa orang yang lebih ‘sehati’, jadikan sahabat, dalam arti teman yang bisa saling berbagi untuk hal-hal yang lebih dalam, tanpa harus bersikap memisahkan diri dari teman-teman lain. Perlu dicatat, tidak semua teman mau dan bersedia untuk saling berbagi hal-hal yang sifatnya pribadi dan lebih dalam. Itu sebabnya, sahabat adalah karakter istimewa.

Mungkin masih ada hal-hal lain yang juga sedikit banyak bisa membuat jalinan pertemanan kurang nyaman. Poin-poin diatas saya tulis berdasarkan apa yang saya temukan dan rasakan. Bukan sebagai penilaian (judgment) atas sikap teman-teman saya, saya tidak punya hak untuk menilai siapapun, tapi ambillah ini sebagai masukan untuk kita bersama-sama menjadi pribadi yang lebih baik, dari hari ke hari. Menjadi lebih baik itu harus dimulai dari dan diniatin oleh diri sendiri, tapi masukan dan kisah-kisah pengalaman dari teman bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat kita semua.

“A friend is like a mirror and shadow; mirror doesn’t lie and shadow never leaves” ~ unknown ~

.f8136457bd03b346eb1236ab81ea3811

~Sherly Hermawan~

Sunday, 1st November 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 1st November 2015, 00.18

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan