
Lakukan hal-hal sederhana ini dan nikmati kehidupan yang damai
* Ayo senyum
Ada banyak hasil riset yang menjelaskan tentang manfaat tersenyum dan tertawa. Salah satu riset menyatakan bahwa gerakan otot-otot wajah pada saat tersenyum, akan memicu otak untuk melepaskan zat Endorphin. Zat Endorphin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang https://id.wikipedia.org/wiki/Endorphin
Tersenyum dan tertawa membuat kita merasa rileks dan mengurangi stress. Semakin sering kita merangsang otak untuk melepaskan zat endorphin, akan semakin sering kita merasa senang dan rileks. Selain tersenyum dan tertawa, ada baiknya juga jika kita menjaga ekspresi wajah saat kita melakukan kegiatan rutin, misalnya saat menyetir, saat belanja di pasar, saat mengantri. Jangan memperlihatkan wajah cemberut atau bete. Senyum dan ekspresi ramah akan menciptakan suasana menyenangkan bagi diri kita sendiri dan sekeliling kita.
* Jangan selalu mau jika diajak berdebat atau berargumentasi.
Jika terlanjur berada dalam situasi yang cenderung memanas karena perdebatan, segeralah beranjak, tinggalkan drama yang tengah berlangsung.
* Berbenah dan singkirkan barang-barang tua yang tidak pernah dipergunakan
Ruangan yang kacau balau seringkali menciptakan perasaan yang kacau. Sediakan waktu untuk menyingkirkan segala sesuatu yang tidak pernah kita pergunakan dalam kurun waktu setahun dan cari tahu cara-cara pengaturan yang membantu kita memelihara kerapian ruang.
* Berhenti menilai orang
Setiap kali kita tergoda untuk memberi komentar tentang kehidupan seseorang, tanyakan dulu ke diri sendiri apa tujuan komentar kita tersebut. Jika komentar kita bernada penilaian atau sangkaan, jangan dikemukakan. Menilai orang lain akan menciptakan enerji negatif, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.
* Jangan menunda dan jangan pelit mengucapkan ‘terima kasih’
Mulai dan akhiri setiap hari dengan sikap dan ucapan syukur. Temukan dan ambil kesempatan-kesempatan baik dalam kegiatan sehari-hari kita dan berinteraksilah sebagai ungkapan penghargaan terhadap orang lain. Ucapkan terima kasih, bukan hanya untuk hal-hal besar, tapi juga untuk hal-hal kecil dan yang tampaknya ‘hanya sambil lalu’. Bilang ‘terima kasih’ akan membuat kita merasa senang dan damai.
* Jangan terus-terusan kuatir tentang hari esok
Kita tidak bisa mengontrol masa depan, jalani hari ini dengan baik dan nikmati kehidupan yang damai. Ingat ungkapan lama “Kekuatiran itu seperti kursi goyang yang membuat kita harus melakukan sesuatu, tapi tidak membuat kita beranjak.”
* Makan makanan yang alami
Semakin asli dan alami makanan yang kita makan, akan semakin nyaman perasaan kita menikmatinya. Pilih makanan yang merupakan hasil dari tumbuhan atau hewani, bukan makanan hasil olahan pabrik.
* Jauhkan teknologi dari kamar tidur
Berikan waktu yang nyaman untuk diri sendiri. Membaca atau beristirahat tanpa gangguan suara centang-centung dari handphone atau godaan untuk membuka email atau browsing.
Banyak penelitian yang mengkaitkan cahaya biru dari perangkat elektronik yang mengarah ke atau berada di sekitar tempat tidur akan mengganggu kualitas tidur dan merugikan kesehatan secara keseluruhan.
* Manfaatkan fitur-fitur penyaring pada media sosial
Selektif dalam berteman; kita berhak menentukan siapa yang cocok sebagai teman kita. Tidak perlu setiap permintaan pertemanan kita setujui. Jika tidak ada latar belakang pertemanan nyata (teman sekolah, teman kerja di kantor, atau ada teman yang sama-sama dikenal/mutual friend) dan atau tidak ada kesamaan minat, kita sangat boleh menolak permintaan pertemanan. Selektif dalam berteman bisa menghindari kita dari ketidaksesuaian gaya bahasa dan pemilihan kata saat berinteraksi (sapaan, komen, gurauan). Kita juga tidak perlu kuatir akan melihat posting yang tidak kita sukai. Pertemanan maya dengan orang-orang yang santun, yang menggunakan kata-kata yang baik saat serius maupun sebagai gurauan, akan membuat kita nyaman.
* Rasakan nyamannya keheningan
Ketika kita membayangkan seseorang yang berada dalam keadaan tenang dan damai, biasanya orang tersebut tidak sedang berbicara. Lebih banyak mendengar daripada berbicara, lebih banyak menyimak daripada berkomentar, kurangi sikap ekspresif dan spontanitas. Nikmati suasana hening sebagai saat untuk memperbaiki pengendalian diri dan emosi, serta kemampuan memilih kata dan mengatur bicara. Hening itu damai, damai itu nyaman.
* Berbicara dalam irama yang teratur
Seringkali perasaan kurang nyaman atau tidak damai terwujud dalam sikap bicara yang terburu-buru atau terpotong-potong. Tersenyum, tarik napas, tenangkan diri, lalu biarkan pemikiran yang bijak dan pertimbangan yang logis mengendalikan kata-kata yang kita ucapkan.
* Jangan menunda-nunda
Mengerjakan sesuatu di menit-menit terakhir pasti bikin stress. Membiasakan diri untuk tidak menunda-nunda pasti bikin perasaan tenang dan nyaman. Menunda satu pekerjaan seringkali mengakibatkan pekerjaan lainnya ikut tertunda, dan menimbulkan perasaan tidak tenang.
Cara terbaik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas adalah dengan mulai mengerjakannya sekarang.
* Memaafkan
Menyimpan amarah atau rasa dendam terhadap orang lain sesungguhnya melukai diri kita sendiri. Memaafkan bukan hal mudah, tapi bisa dilakukan oleh setiap orang. Dengan memaafkan, kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Memaafkan dengan membuang rasa marah dan dendam akan membuat hidup kita ringan dan damai.
* Ekspektasi yang realistis
Jaga agar ekspektasi kita tidak berlebihan, terutama ekspektasi yang mengandalkan atau melibatkan orang lain. Ekspektasi yang tidak logis seringkali menjadi penyebab kekecewaan besar. Latih diri sendiri untuk mampu mengukur kemampuan dan menyesuaikan keinginan dengan kemampuan kita. Dengan ekspektasi yang wajar dan realistis, kita akan berupaya meraih harapan dan keinginan tanpa perasaan tertekan dan berat, sehingga kehidupan terasa nyaman.
* Aktif dalam kegiatan yang positif
Menjadi anggota yang aktif dalam grup WA, ikut dalam acara kumpul-kumpul dan jalan-jalan, tidak perlu selalu, dan jangan sampai mengorbankan kepentingan lain. Aktif dalam grup dan sesekali bertemu dengan teman-teman akan memberi tambahan enerji dalam menjalani tugas-tugas rutin. Dengan enerji yang cukup, hidup akan terasa lebih ringan.
* Fokuskan enerji dan perhatian pada hal-hal yang ingin kita raih
Pemikiran-pemikiran, kata-kata dan setiap tindakan kita akan menciptakan enerji, bisa positif bisa negatif. Sikap-sikap curiga, banyak komplain, serakah, kuatir dikalahkan, akan menciptakan enerji negatif yang memberatkan langkah kita dalam berupaya.
Enerji positif akan menarik lebih banyak lagi enerji positif dari alam.
Ayo bangun pola pikir dan sikap yang positif, agar banyak enerji positif yang kembali pada kita dan membantu meraih tujuan hidup yang kita inginkan.
* Jangan ingin mengendalikan segala hal
Keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu bukan hanya menghancurkan perasaan damai dalam diri kita sendiri, tapi juga bisa merusak pertemanan dan hubungan dengan orang-orang sekitar kita. Jika kita selalu ingin mengendalikan segala hal, dan merasa cemas atas hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, tanpa sadar kita membawa diri kita kedalam situasi yang berat yang bisa mengakibatkan frustasi.
Seringkali kita perlu rileks saja dan yakinkan diri sendiri bahwa sesuatu akan berjalan dengan baik. Biarkan alam yang mengendalikan situasi. Kita bisa menikmati kehidupan yang damai.
* Kelola keuangan dengan bijak
Urusan keuangan menempati posisi tertinggi dalam daftar penyebab stress. Sediakan waktu untuk membuat anggaran, hitung berapa uang yang kita keluarkan dan cek silang dengan uang yang kita terima.
Kesadaran atas uang masuk dan uang keluar, dan kepedulian untuk bersikap bijak dalam mengatur keuangan, akan menciptakan kehidupan yang teratur dan pikiran yang tenang.
* Bangun sebelum matahari terbit
Menyaksikan fajar dan munculnya matahari di ufuk timur menimbulkan rasa kagum yang unik dan apresiasi atas kehidupan. Bagi saya pribadi, bangun saat dinihari membuat saya lebih bersemangat melakukan kegiatan dan menyelesaikan tugas-tugas. Waktu pagi terasa lebih panjang, dan saat menjalani kegiatan sepanjang hari terasa lebih tenang dan teratur.
* Jadilah diri sendiri
Berpura-pura atau berkeinginan menjadi orang lain akan menimbulkan pertikaian batin.
Menjadi diri sendiri akan melahirkan perasaan damai dan bahagia.

~Sherly Hermawan~
Sunday, 29th May 2016, 17.55
Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia
Facebook: https://www.facebook.com/sherlyhermawan

You must be logged in to post a comment.