Live life well with prayer, love, and gratitude (2 versions: English dan Bahasa Indonesia)

This July, I heard sad news: two friends of mine have lost their beloved husbands. Their sadness and the fragility of life touched my heart.  In times of sadness, we are actually reminded how fragile our existence is and how important it is to live life well, filling our days with prayer, love, and gratitude.

Life is a precious gift, yet its impermanence can often be startling. We tend to get caught up in our daily routines, pursuing ambitions, and managing responsibilities, sometimes forgetting the profound beauty of simply being alive. The sudden loss of loved ones serves as a stark reminder that life is fragile. It is not guaranteed, and it can change in the blink of an eye. This awareness should inspire us to cherish every moment and to live life well.

Living life well is not just about achieving goals or acquiring material success, but also about creating a meaningful and fulfilling life. It means nurturing relationships, engaging in activities that bring joy, and cultivating a sense of inner peace. One of the most powerful ways to achieve this is through prayer.

Prayer is a bridge that connects us to the divine, offering solace and strength in times of trouble. It is a practice that allows us to express our deepest fears, hopes, and gratitude. Prayer can provide a sense of purpose and direction, grounding us in moments of uncertainty. It helps us to pause and reflect, to seek guidance and to find comfort in the knowledge that we are not alone. Whether through formal religious practices or personal meditative moments, prayer invites us to connect with something greater than ourselves.

Equally important is the presence of love in our lives. Love is the essence of human existence. It is the force that binds us together and gives meaning to our experiences. Love comes in many forms: the love of a partner, the love of family and friends, and the love we extend to ourselves. It is the act of showing kindness, compassion, and understanding. Love is about being present, listening, and supporting one another. It is through love that we find joy, comfort, and resilience.

In times of loss, love becomes even more critical. It is love that helps us heal, that gives us the strength to move forward. When losing someone dear to us, the love we shared does not disappear. It becomes a part of us, a source of strength and a reminder of the beauty of life. By living with love, we honor those we have lost and keep their memories alive.

Gratitude is another essential component of living well. It is the practice of recognizing and appreciating the goodness in our lives. Gratitude shifts our focus from what we lack to what we have, fostering a sense of contentment and joy. It helps us to see the positive aspects of our experiences, even in challenging times.

When we cultivate gratitude, we begin to notice the small blessings surround us: waking up healthy in the morning, writing, caring for plants, accompanying grandchildren, taking photos, looking at a beautiful sunset, the simplicity of life, a kind attitude, a moment of laughter, quiet time in prayer.   Gratitude reminds us that life, despite its hardships and challenges, is filled with moments of wonder and grace. It encourages us to live in the present, to savor each moment and to acknowledge the goodness that exists in our lives.

Incorporating prayer, love, and gratitude into our daily lives can transform the way we view the world. These practices help us to navigate the ups and downs of life with a sense of purpose and resilience. Prayer, love, and gratitude remind us of the fragility of life and the importance of living life well.

As we move forward, let us remember that every moment is a gift. Let us make a conscious effort to fill our lives with prayer, love, and gratitude. Let’s take time to connect with the divine, to nurture our relationships, and to appreciate the beauty that surrounds us. By doing so, we create a life that is rich and meaningful, one that honors the subtle and precious nature of our existence.

The loss of my friends’ husbands is a poignant reminder of how quickly life can change. It is a call to live with intention, to embrace the present, and to fill our days with what truly matters. Let us honor the fragility of life by living well, cherishing each moment, and holding dear the practices of prayer, love, and gratitude. In this way, we create a legacy of joy and fulfillment, one that transcends the challenges and uncertainties of our journey.

Bulan Juli ini, saya mendengar kabar duka: dua orang teman saya kehilangan suami tercinta mereka. Kesedihan mereka dan kerapuhan hidup ini menyentuh hati saya. Disaat-saat sedih, sesungguhnya kita diingatkan betapa rapuhnya keberadaan kita dan betapa pentingnya menjalani hidup dengan baik, mengisi hari-hari dengan doa, cinta, dan rasa syukur.

Hidup adalah anugerah yang berharga, namun ketidakkekalannya sering kali mengejutkan.  Kita cenderung terjebak dalam rutinitas sehari-hari, mengejar ambisi, dan mengelola tanggung jawab, terkadang melupakan keindahan hidup yang mendalam. Kehilangan orang yang dicintai secara tiba-tiba menjadi pengingat bahwa hidup ini rapuh. Suatu hal yang tidak dijamin dan dapat berubah dalam sekejap mata.  Kesadaran ini selayaknya menginspirasi kita untuk menghargai setiap momen dan menjalani hidup dengan baik.

Menjalani hidup dengan baik bukan hanya tentang mencapai tujuan atau memperoleh kesuksesan materi, tetapi juga tentang menciptakan kehidupan yang bermakna dan memuaskan. Ini berarti membina hubungan, terlibat dalam aktivitas yang mendatangkan kegembiraan, dan memupuk rasa kedamaian batin. Salah satu cara paling ampuh untuk mencapai hal ini adalah melalui doa.

Doa adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Yang Ilahi, menawarkan penghiburan dan kekuatan disaat-saat sulit.  Doa adalah jalan atau cara yang memungkinkan kita mengungkapkan ketakutan, harapan, dan rasa syukur kita yang terdalam.  Doa dapat memberikan tujuan dan arah, memberi landasan berpijak bagi kita pada saat-saat ketidakpastian.  Doa membantu kita untuk berhenti sejenak dan merenung, mencari bimbingan dan menemukan kenyamanan karena tahu bahwa kita tidak sendirian.  Baik melalui praktik keagamaan formal atau momen meditasi pribadi, doa mengundang kita untuk terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Yang tak kalah penting adalah kehadiran cinta dalam hidup kita. Cinta adalah inti dari keberadaan manusia. Cinta adalah kekuatan yang mengikat kita bersama dan memberi makna pada hal-hal yang kita alami. Cinta hadir dalam berbagai bentuk: cinta pada pasangan, cinta pada keluarga dan teman, dan cinta yang kita berikan pada diri sendiri.  Suatu tindakan menunjukkan kebaikan, kasih sayang, dan pengertian. Cinta adalah tentang hadir, mendengarkan, dan mendukung satu sama lain.  Melalui cinta kita menemukan kegembiraan, kenyamanan, dan ketahanan.

Disaat kehilangan, cinta menjadi semakin penting.  Cintalah yang membantu kita sembuh, yang memberi kita kekuatan untuk bergerak maju. Saat kehilangan seseorang yang kita sayangi, cinta yang kita bagi tidak hilang. Cinta menjadi bagian dari diri kita, sumber kekuatan dan pengingat akan indahnya hidup.  Dengan hidup dengan cinta, kita menghormati mereka yang telah hilang dan menjaga kenangan mereka tetap hidup.

Rasa syukur adalah komponen penting lainnya dalam hidup yang baik. Bersyukur adalah cara mengenali dan menghargai kebaikan dalam hidup kita. Rasa syukur mengalihkan fokus kita dari kekurangan ke apa yang telah kita miliki, menumbuhkan rasa puas dan gembira.  Bersyukur membantu kita melihat aspek positif dari pengalaman kita, bahkan dimasa-masa sulit.

Saat kita memupuk rasa syukur, kita mulai memperhatikan berkat-berkat kecil disekitar kita: bangun pagi dalam kondisi sehat, menulis, merawat tanaman, menemani cucu-cucu, memotret, memandang matahari terbenam yang indah, kesederhanaan hidup, sikap baik hati, momen tawa, saat teduh dalam doa.  Rasa syukur mengingatkan kita bahwa hidup, meskipun banyak kesulitan dan tantangan, dipenuhi dengan momen-momen keajaiban dan rahmat. Ini mendorong kita untuk hidup di masa sekarang, menikmati setiap momen dan mengakui kebaikan yang ada dalam hidup kita.

Memasukkan doa, cinta, dan rasa syukur kedalam kehidupan kita sehari-hari dapat mengubah cara kita memandang dunia.  Praktik-praktik ini membantu kita menavigasi naik turunnya kehidupan dengan tujuan dan ketahanan. Doa, cinta, dan rasa syukur mengingatkan kita akan kerapuhan hidup dan pentingnya menjalani hidup dengan baik.

Saat kita melangkah maju, marilah kita ingat bahwa setiap momen adalah anugerah. Mari kita melakukan upaya sadar untuk mengisi hidup dengan doa, cinta, dan rasa syukur.  Mari meluangkan waktu untuk terhubung dengan Tuhan, memelihara hubungan kita, dan menghargai keindahan yang mengelilingi kita.  Dengan melakukan hal ini, kita menciptakan kehidupan yang kaya dan bermakna, yang menghormati sifat halus dan berharga dari keberadaan kita.

Berpulangnya suami teman-teman saya merupakan pengingat yang menyedihkan tentang betapa cepatnya kehidupan bisa berubah. Suatu ajakan untuk hidup dengan niat dan tujuan, menerima saat sekarang, dan mengisi hari-hari kita dengan hal-hal yang benar-benar penting.  Mari hargai kerapuhan hidup dengan menjalani kehidupan yang baik, menghargai setiap momen, dan menjunjung tinggi praktik doa, cinta, dan syukur. Dengan cara ini, kita menciptakan warisan kegembiraan dan kepuasan, warisan yang melampaui tantangan dan ketidakpastian dalam perjalanan kita.

Sherly Hermawan
Suvarna Padi, Saturday, July 27th, 2024


Published on 27th July 2024, 17.10

Facebook: https://www.facebook.com/sherlyhermawan

The ones that love us never really leave us (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

This morning, a friend who has lived in Sydney, Australia for a dozen years posted sad news to the WA group. His elder brother in Jakarta was found dead in the car he was driving.

Information received from the neighborhood community where the incident occurred was that the deceased had a heart attack while driving his car alone. When the attack occurred, his car hit a fence and a tree by the side of the road. It looks like the car is being driven at a low speed, so that the impact is not hard, and the damage to the car is not severe. The deceased suffered no injuries.

My friend is very sad because during the current pandemic, it is difficult to be able to visit Indonesia for any reason. Even sadder,  because it’s been a long time he did not return to Indonesia, and he had no chance to talk with his brother for a quite long while.

In sadness, the longing feels so intense, the desire to chat suddenly becomes so great, there are lots of things that really want to be asked. The memories of being together suddenly appeared, adding to the pain.

Basically we are never ready for a separation, especially with those close in our heart. I felt the sadness that had persisted since my younger sister passed away, then my mother 2 years later, then my father 2 years after my mother. Remembering their words and styles is something I never miss in my everyday life.

I believe in Sirius Black’s phrase “The ones that love us never really leave us”. Every now and then I can feel the presence of my mother, father and sister when I am alone. When longing is so deep and when sad or happy, I talk to them.

When we, my husband and I, agreed to decide to go on a pilgrimage to the Holy Land, in prayer I conveyed it to my mother, father and sister with feelings of happiness and sadness. Happy that God gave us such a wonderful opportunity, sad as to imagine how much happier it would be if we could go together.

Only prayer can strengthen us, only faith can provide comfort for us who still have to complete our journey in this world. Believe, God’s ways and paths are the best and those who have returned to our Father’s home are united with heavenly peace and love.

Seorang teman yang sudah belasan tahun menetap di Sydney, Australia, tadi pagi memposting berita duka di grup WA. Kakaknya di Jakarta ditemukan meninggal di dalam mobil yang dikendarainya. Info yang diterima dari komunitas lingkungan tempat kejadian adalah almarhum terkena serangan jantung saat sedang mengendarai mobilnya sendirian. Ketika serangan terjadi, mobilnya menabrak pagar dan pohon yang berada dipinggir jalan. Kelihatannya mobil dikendarai dengan kecepatan rendah, sehingga benturan tidak keras, dan kerusakan mobil tidak parah. Almarhum tidak menderita luka.

Teman saya sedih karena dimasa pandemi sekarang ini, sulit untuk bisa berkunjung ke Indonesia dengan alasan apapun. Lebih menyedihkan,karena sudah cukup lama dia tidak kembali ke Indonesia, sudah lama tidak berbincang dengan kakaknya tersebut.

Dalam kesedihan, kerinduan terasa begitu pekat, keinginan untuk mengobrol mendadak menjadi begitu besar, ada banyak hal yang ingin sekali ditanyakan. Kenangan-kenangan saat bersama tiba-tiba muncul semua, menambah kepedihan.

Pada dasarnya kita tidak pernah siap dengan perpisahan, terutama dengan orang-orang yang dekat di hati. Saya merasakan kesedihan yang menetap sejak berpulangnya adik saya, lalu mama saya 2 tahun setelahnya, kemudian papa saya 2 tahun setelah mama. Mengingat kata-kata dan gaya mereka adalah hal yang tidak pernah terlewatkan di setiap hari saya.

Saya percaya dengan ungkapan Sirius Black “The ones that love us never really leave us”. Sesekali saya bisa merasakan kehadiran mama papa dan adik saya di saat saya sedang sendiri. Ketika rindu begitu dalam dan ketika sedih atau bahagia, saya bicara pada mereka.

Saat kami, saya dan suami, sepakat memutuskan untuk pergi berziarah ke Tanah Perjanjian, dalam doa saya sampaikan ke mama papa dan adik dengan perasaan bahagia dan sedih. Bahagia karena Tuhan memberi kami kesempatan yang sangat indah, sedih karena membayangkan betapa lebih bahagianya jika kami bisa pergi bersama-sama.

Hanya doa yang bisa menguatkan kita, hanya iman yang mampu memberikan penghiburan buat kita yang masih harus menyelesaikan perziarahan kita di dunia ini. Percaya, cara dan jalan Tuhan adalah yang terbaik dan mereka yang sudah pulang ke rumah Bapa sudah menyatu dengan damai dan kasih Surgawi.

Sherly Hermawan
Serpong, Friday, 29 January 2021


Published on 29th January 2021, 22.23

Facebook: https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Stillness ~ Peace ~ Happiness — Hening ~ Damai ~ Bahagia (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

textgram_1543019572

Hening – sebuah puisi

Hening adalah ibunda
Pemilik kasih dengan kekuatan tak terkalahkan
Hening adalah kekasih
Penyejuk hati dengan kemesraan tanpa nafsu
Hening adalah sahabat
Pelipur lara dengan kesabaran tanpa batas

Hening adalah jiwa yang terhimpit
Menyeruak ruang, mengalahkan sesak
Hening adalah semangat yang tertekan
Menjangkau langit, meraih kemenangan
Hening adalah doa
Mengukir harapan, merangkul bahagia

Hening adalah jiwaku yang bebas

Sherly Hermawan
Serpong, Sabtu, 24 Nopember 2018

 

textgram_1543121442

Damai – sebuah puisi

Damai tertera di langit biru
Menyapa bumi yang riuh rendah
Menenangkan semua makhluk yang gelisah
Jiwaku mengharu-biru menggapainya

Damai mengheningkan kegaduhan
Ia mengisi batin yang hampa
Memberi kesejukan bagi semua yang gersang
Ia mengajarku untuk bahagia dengan caranya.

Damai membuatku ramah pada diri sendiri
Merendah atas kebanggaan diri
Berdamai dengan kepedihan
Ia menemaniku menghitung setiap berkat

Sherly Hermawan
Serpong, Minggu, 25 Nopember 2018

 

textgram_1543249603

Bahagia – sebuah puisi

Bahagia membentang di semesta
Bergulung bersama gelombang gairah
Menyelinap disela-sela kerikil kehidupan
Berteriak lantang mengusir kepahitan
Suatu ketabahan yang menihilkan benci dan dendam

Bahagia tersaji hangat dan nikmat
Di cangkir kopiku, di mangkok rawonku, di pincuk pecelku
Ia merambat di nadi, mengisi sela-sela sendi
Memompa hasrat ketulusan ke jantung
dan menebarkan kearifan dalam ucap dan sikap

Bahagia ada di keseharian,
bebas dan tidak berprasangka, sederhana dan tidak gentar

Bahagia adalah hening dan damai yang kurangkai dalam jiwa

Sherly Hermawan
Serpong, Senin, 26 Nopember 2018

 

Published on 28th November 2018, 07.02

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

Birthday Note (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

birthday

Celebrating birthday… why not? as long as it implies as an expression of gratitude

Birth is our beginning. Birthday is an opened window of chance for us to start our life, the chance to fulfill our unique missions. So, a birthday is a momentous occasion to celebrate, to be remembered, just as a nation commemorates its birth or as an organization celebrates its founding. Not just a chance to party, eat well and receive gifts, instead it is a chance to remember the day that a special event occurred, to celebrate and give thanks and to reflect upon how well we fulfill our calling.

Day of birth is the day when we were mandated to participate in building the world. The Day when God entrusts us to face the challenges of the world. At the same time, we are given the ability to attain a qualified spiritual elevation to achieve the purpose of life – an unimaginable height for the soul before it is released from the noble heavenly abode to inhabit the physical body.

A birthday is a time to celebrate our existence as the part of joyful of the universe. Our existence should be the joy of the universe. It is also time to rethink our journey of life: how far have we stepped ahead, how big is the disparity between what I have accomplished and what I can accomplish? Am I spending my time properly or am I allowing myself to involve in things that distract me from my higher calling? How can I strengthen the thread that connects my outer life and my inner life?

Celebrating birthdays can be a moment to recall our birth, recall our beginning. How we were well prepared to start the life, we were entrusted by the Lord Creator, we had missions.

No matter how things went yesterday, or last year, this present moment we always have the capacity to try again. Birthday is a refresher, a chance for regeneration—not just materially, but spiritually.

Birthday celebration could also be a good time to show confidence that I am and will continue to be worthy of God’s trust. No matter the obstacles, I will persevere and live up to God’s expectations of me.

And now, with all the goodness of life; health, logical ability, qualified adequacy, beautiful and blessed family life, good spiritual and religious sides, good social life, good friends and encouraging friendships, I know it is good for me to celebrate my birthday, today, as an expression of my gratitude to the Lord Creator and also to the universe that are so extraordinary organizing this life.

Happy birthday to the happy-me, not just a one-day happiness, but I want the happiness that is always available and never receded, never faded.

May God be pleased.

20180801_122700

My birthday breakfast.. simple, and I love it.

 

Merayakan ulang tahun … kenapa tidak? selama itu dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur

Kelahiran adalah awal kita. Hari lahir adalah jendela kesempatan yang terbuka untuk kita memulai kehidupan, kesempatan untuk memenuhi misi-misi unik kita. Jadi, ulang tahun adalah momen yang sangat penting untuk dirayakan, untuk diperingati, sama seperti sebuah bangsa memperingati kelahirannya atau sebagai organisasi merayakan pendiriannya. Bukan sekadar kesempatan untuk berpesta, makan-makan dan menerima hadiah, melainkan kesempatan untuk mengingat hari ketika suatu peristiwa istimewa terjadi, untuk merayakan dan bersyukur dan untuk merefleksikan seberapa baik kita memenuhi panggilan kita.

Hari lahir adalah hari ketika kita diamanatkan untuk ikut membangun dunia. Hari ketika Tuhan mempercayakan kita untuk menghadapi tantangan dunia. Di saat yang sama, kita diberi kemampuan untuk mencapai ketinggian spiritual yang mumpuni untuk meraih tujuan kehidupan — ketinggian yang tak terbayangkan bagi jiwa sebelum dilepaskan dari tempat tinggal surgawi yang luhur untuk menghuni tubuh fisik.

Ulang tahun adalah saat untuk merayakan eksistensi kita sebagai bagian dari kegembiraan alam semesta. Keberadaan kita selayaknya menjadi kegembiraan alam semesta. Ini juga merupakan saat untuk memikirkan kembali perjalanan hidup kita: seberapa jauh kita telah melangkah, seberapa besarnya perbedaan antara apa yang telah saya capai dan apa yang dapat saya capai? Apakah saya menggunakan waktu dengan benar atau apakah saya membiarkan diri terlibat dalam hal-hal yang mengalihkan perhatian saya dari panggilan saya yang lebih tinggi? Bagaimana saya bisa memperkuat benang yang menghubungkan kehidupan luar saya dan kehidupan batin saya?

Merayakan ulang tahun bisa menjadi momen untuk mengingat kelahiran kita, mengingat awal kita. Bagaimana kita dipersiapkan dengan baik untuk memulai hidup, kita diberikan kepercayaan oleh Sang Pencipta, kita punya misi.

Tidak peduli bagaimana keadaan kemarin, atau tahun lalu, saat sekarang ini kita selalu memiliki kemampuan untuk mencoba lagi. Ulang tahun adalah penyegaran, kesempatan untuk regenerasi — bukan hanya secara materi, tetapi juga spiritual.

Perayaan ulang tahun juga bisa menjadi saat yang tepat untuk menunjukkan keyakinan diri bahwa saya dan akan terus menjadi layak sebagai kepercayaan Tuhan. Tidak peduli rintangannya, saya akan bertahan dan hidup sesuai dengan harapan Tuhan terhadap saya.

Dan sekarang, dengan segala kebaikan hidup; kesehatan, kemampuan logika, kecukupan yang berkualitas, kehidupan keluarga yang indah dan terberkati, sisi-sisi spiritual dan religi yang terpupuk baik, kehidupan sosial yang baik, teman-teman yang baik dan persahabatan yang menyemangati,  bukankah sepatutnya saya merayakan ulang tahun saya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta dan juga kepada semesta yang begitu ramah menyelenggarakan kehidupan ini?

Selamat ulang tahun kepada saya yang berbahagia, bukan hanya kebahagiaan satu hari, tetapi saya ingin kebahagiaan yang selalu tersedia dan tidak pernah surut, tidak pernah pudar.

Semoga Tuhan berkenan.

birthday to me

Serpong, 1st August 2018, 17.01

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Morning notes: Be thankful – Catatan pagi: Bersyukur (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

20180624_065652 20180519_060609

Because in real, there are always things we should be thankful for in every second of our lives

Getting up in the morning in health blessings, in the regularity of breath, having time, intention and ability for morning prayer, being able to move the limbs according to the command from clear and healthy brain, hearing the sounds of nature and inhaling all of goodness, opening the door of the house, the door of the heart, the eyes of the soul, and the mind for all the goodness, tenderness and strength that nature provides.

Having chance and ability to set choices and make decisions on every side, angle, arch, length, valley and hill of life. Instinctively, applying the simplicity that lightens the soul, the intelligence that elevates the dignity, the truth that protects the heart. Having a good family life, a qualified social life, an eloquence in taking responsibility, a reasonableness in thinking and acting, a sensitivity as a balancer to the assertiveness, passion and enthusiasm as self-fulfillment.

Being able to feel the fatigue as an accomplishment, smile over mistakes of experience-worth, laugh as a manifestation of respect for life, self-forgive for a conscious stupidity, tolerate to lack of self-ability , create the right lashs as a trigger for more self-achievement.

Being able to put something that is not obtained or something missing as a reminder to count the blessings and give thanks for everything that has been obtained and owned.

Being able to rest without burden, having a quiet moment for evening prayer and being thankful for all grace, contemplating on goodness and glory, compiling humility and patience, building plans for a better tomorrow.

Above those all, thankful for I’m the beloved of the Most-Gracious-One.

20180624_113808 20180624_065733

Karena senyatanya selalu ada hal yang patut kita syukuri di setiap detik kehidupan kita

Bangun pagi dalam berkat kesehatan, dalam keteraturan napas, punya waktu, niat dan kemampuan untuk berdoa pagi, bisa menggerakkan anggota tubuh sesuai perintah otak yang jernih dan sehat, mendengar suara alam dan menghirup segala kebaikannya, membuka pintu rumah, pintu hati, mata jiwa, dan pikiran bagi segala kebaikan, kelembutan dan kekuatan yang disediakan alam.

Punya kesempatan dan kemampuan untuk menentukan pilihan dan membuat keputusan di setiap sisi, sudut, lengkung, panjang, lembah dan bukit kehidupan. Bernaluri dalam menerapkan kesederhanaan yang meringankan jiwa, kecerdasan yang meninggikan harkat, kebenaran yang melindungi hati.

Memiliki kehidupan berkeluarga yang baik, kehidupan sosial yang mumpuni, kefasihan menjalani tanggung jawab, kewajaran dalam berpikir dan bertindak, kepekaan sebagai penyeimbang ketegasan, minat dan antusiasme sebagai pemenuhan diri.

Bisa merasakan lelah sebagai prestasi, tersenyum atas kekeliruan yang bernilai pengalaman, tertawa sebagai bentuk penghargaan terhadap kehidupan, memaafkan diri atas kebodohan yang disadari, bertoleransi terhadap kekurang-piawaian diri, menciptakan lecutan yang tepat sebagai pemicu untuk pencapaian diri yang lebih.

Bisa menempatkan sesuatu yang tidak diperoleh atau sesuatu yang hilang sebagai pengingat untuk menghitung berkat dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah diperoleh dan dimiliki.

Bisa beristirahat tanpa beban, punya saat hening untuk berdoa malam dan mensyukuri semua anugerah, merenung tentang kebaikan dan keindahan, menata kerendahan hati dan kesabaran, membangun rencana untuk esok yang lebih baik.

Lebih dari semua itu, bersyukur karena saya adalah milik Dia Yang Maha Pengasih.

20180624_064927 20180531_050205

 

Serpong, 24th June 2018, 11.52

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Grandson – A poem

toby-5

Tiny little baby darling, my handsome Tobias

So small, so precious, so adorable

A wonderful blessing, a treasure from God

You are love, warmth, and special charm

 toby-2

Since the minute of your presence in the family

You add sweet colors into my life, more and more every day

Along with the new enthusiasms that were so encouraging

You are my inspiration to enjoy life better, you are my great little one

 Toby 3.jpg   Toby 6.jpg

Another amazing journey has begun

I let a little boy stealing my heart, and he gives me a wondrous call ‘granny’

Your little hands, a perfect tenderness as I touch, I love you more than much

You are my sweetheart, my joy, my dearest little boss

Toby 1.jpg

~Sherly Hermawan~

Sunday, 8th January 2017

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 8th January 2017, 23.04

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

My happiness, my blessings

images-2  images 1.jpg

 

Having met a soulmate and got married is a happiness, having given the ability to build and maintain a family life is a blessing

Having children and grandchildren is a happiness, having given the ability to guide and lead them becoming persons with good character is a wonderful blessing

Having parents who raised us with all their love is a happiness, having chances to make them happy and comfortable on their old days is a lovingly blessing

Having a job and earning a living is a happiness, having chances to share and care to those in need is a blessing

Having a lot of friends is a happiness, having best friends who understanding and encouraging each other is a blessing

Having a lot of interests is a happiness, could make them the benefits for others to feel happy too is a blessing

Having  many wonderful memories is a happiness, having a good memory is a blessing

Being able to make the right decisions is a happiness, being someone who relied upon by the close ones is a blessing

Being busy with all domestic affairs is a happiness, being able to sleep soundly at night and wake up refreshed in the morning is a beautiful blessing 

Being happy is a blessing. Living life well is a great blessing.

I’m happy, I live my life well, I’m blessed, and I’m grateful.

IMG_2441 edited.jpg

~Sherly Hermawan~

Thursday, 15th December 2016

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 15th December 2016, 21.15

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

Someday – A Poem

20161201_123105.jpg

Someday, do not need to look for me

Maybe I was busy playing chase with my grandchildren

Maybe I was cheerfully struggling to make delicious pasta for my beloved ones

Or maybe I was having chit chat with friends at a cozy coffee shop

 

Someday, do not need to hassle trying to come up to me

Perhaps I was in very good mood to complete my writings in a tranquil shelter

Perhaps I was in a vigorously whoop-de-doo in one of world big cities

Or instead, perhaps I was enjoying my solitude doing nothing

 

On that days, any those unkind please stay away from me, or never even know me

I want to greet the friendly world and let all the kindness fulfilling every crevice and corner of my life

I want to be in my heartfelt happiness only with my other-half-soul, my truly encouraging children and grandchildren, and my true friends.

I want to enjoy my blessings to the fullest and let my heart and soul be still in gratitude for my blessed life.

 

I truly wish that ‘someday’ will be there with God’s abundant love and blessings

 20161201_123314.jpg

~Sherly Hermawan~

Thursday, 1st December 2016

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 1st December 2016, 13.14

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Let’s talk about breakfast, again :)

 

3B.jpg

As I have mentioned in my previous writings START OFF OUR DAY RIGHT https://sherlyhermawan.com/2015/09/20/start-off-our-day-right/   that breakfast is so necessary for me, here I would like to share some ideas for breakfast. I love to set up and take picture of my tasteful and nice-looking dishes.  All of these dishes are homecooked by me, based on my family taste  🙂  

 

1  2

Various vegetables, stirfried. Eat vegetables for breakfast and be fresh all day.

3

Buttered toast with cinnamon sprinkles, fresh strawberries, roasted almonds, and a pinch of raisins. The best time for a new beginning is breakfast time.

4  5

A simple breakfast for a rushed morning, Buttered Toast with Cinnamon Sprinkles. No sugar.

6

Beef sausages fried rice with sunny-side-up, cooked by hubby with love <3. Children and I so love this one.

7

Vermicelli Vegetables Spicy Stirfried. A good option to hold up until lunchtime.

8

Steamed Stuffed Tofu. Small cutlets of sausages with vegetables as the stuffings do make this dish as a good choice for breakfast.

9.jpg

Such a pretty breakfast, isn’t it? A slice of cinnamon cake (baked by a friend of mine, a good baker, Kelly), 2 pcs petite cookies (baked by another good friend baker, Yenny), some slices of red grape and some slices of local apple (Apel Malang). Some petite slices of each sweetness would be more than enough to be thankful for.

10

Mung beans porridge and black glutinous rice porridge. Both are the high source of protein, but no sodium or cholesterol. My husband and I love these healthy breakfast.

11.jpg

It’s a bowl of sugar palm fruit (arenga pinnata, in Indonesian we call it kolang-kaling), mango and red grapes. Fresh and healthy to start the day.

1214

Fruits, the most favorite breakfast. Can’t say no to a full bowl of fresh fruit. 

15.jpg

Vegetable and egg salad, made by my girl, Joven. We really feel good everytime we could enjoy the fresh food.

16

Omelette, anyone? I made this nice tofu chives chicken omelette for my breakfast, it’s nice. Eat good food for breakfast and have my good mood all day.

17

18  19

Another favorite for breakfast, oatmeal. Add some fruits and nuts to make it tasteful.

20.jpg

My homemade puff, I have some alternatives of stuffing, just name it, then I will make it…ahha.. Of course, they are all family favorite.

 

‘Enriching my body and mind with the good stuffs, starting from breakfast’ – my thought

Serpong, 21st January 2016, 01.17 – updated on 21st January 2016, 01.53

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Godsend – a poem

10405549_10152882713684767_6334268444104339404_n_1441987113021

You were like a meadow with blue sky overshadowing

Beautifully outspread, inviting heart to release the weariness

A tranquil field to soothe the uneasy feelings

With the never-ending serenade about sincerity,

     patience, caring and understanding

You are the joys, a godsend for me

 

You were you, and I was I, we were two before our time

I didn’t know what love felt like, until the moment we walked side by side

The very next moment I knew that you are everywhere, in every second of my days

And there’ve been some new feelings that I would never find words for

Deep inside, my heart was so mild, as the day I called you mine

 

You’ve been always simple, in attitude and thoughts

Nature gives you a wonderfulness as a reliable person

And I thank God for having let me and our darlings to be a part of you

Hand in hand we live our life, in love and gratitude

And I promise to love you, to no end…

 

C360_2016-01-09-09-26-53-118

~Sherly Hermawan~

Saturday, 9th January 2016, 11.25

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan