Stillness ~ Peace ~ Happiness — Hening ~ Damai ~ Bahagia (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

textgram_1543019572

Hening – sebuah puisi

Hening adalah ibunda
Pemilik kasih dengan kekuatan tak terkalahkan
Hening adalah kekasih
Penyejuk hati dengan kemesraan tanpa nafsu
Hening adalah sahabat
Pelipur lara dengan kesabaran tanpa batas

Hening adalah jiwa yang terhimpit
Menyeruak ruang, mengalahkan sesak
Hening adalah semangat yang tertekan
Menjangkau langit, meraih kemenangan
Hening adalah doa
Mengukir harapan, merangkul bahagia

Hening adalah jiwaku yang bebas

Sherly Hermawan
Serpong, Sabtu, 24 Nopember 2018

 

textgram_1543121442

Damai – sebuah puisi

Damai tertera di langit biru
Menyapa bumi yang riuh rendah
Menenangkan semua makhluk yang gelisah
Jiwaku mengharu-biru menggapainya

Damai mengheningkan kegaduhan
Ia mengisi batin yang hampa
Memberi kesejukan bagi semua yang gersang
Ia mengajarku untuk bahagia dengan caranya.

Damai membuatku ramah pada diri sendiri
Merendah atas kebanggaan diri
Berdamai dengan kepedihan
Ia menemaniku menghitung setiap berkat

Sherly Hermawan
Serpong, Minggu, 25 Nopember 2018

 

textgram_1543249603

Bahagia – sebuah puisi

Bahagia membentang di semesta
Bergulung bersama gelombang gairah
Menyelinap disela-sela kerikil kehidupan
Berteriak lantang mengusir kepahitan
Suatu ketabahan yang menihilkan benci dan dendam

Bahagia tersaji hangat dan nikmat
Di cangkir kopiku, di mangkok rawonku, di pincuk pecelku
Ia merambat di nadi, mengisi sela-sela sendi
Memompa hasrat ketulusan ke jantung
dan menebarkan kearifan dalam ucap dan sikap

Bahagia ada di keseharian,
bebas dan tidak berprasangka, sederhana dan tidak gentar

Bahagia adalah hening dan damai yang kurangkai dalam jiwa

Sherly Hermawan
Serpong, Senin, 26 Nopember 2018

 

Published on 28th November 2018, 07.02

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

A little story: Number – Cerita ah..: Angka (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

IMG_20180616_204804_193012558120180616_213814

I like the number 9.

The initial cause is the birth dates of my family member, myself (1), husband and second child (5), first child and her son/my grandson (3), if summed (1 + 3 + 5) , then the result is 9.

Then I take those date numbers for my online bookstore’s name, Buku135. Meanwhile, the abbreviation for my craft store is CCC of which if it being summed, I got 9, since C is the 3rd alphabet…ahaa … don’t need to argue, it’s just because I like the number 9.

There was a friend of mine who liked the number 8, because the number 8 was circularly unbroken, she said.

As I was so excited with the number 9, when doing things related to numbers, I used to engage the number 9 in, eg. in setting the sale price, the figures in each sale price if summed the result is 9, example Rp45.000, -, Rp220.500, -, Rp99.450, -.

In creating product labels, I will make numbers of the dimension amounting to 9, eg. 27 mm x 45 mm. The length of the products I will send to the buyers will also be added a little so that the numbers to be summed will be 9, eg. 6 m lace order, I send 6.03 m; 4 m cloth order, I send 4.05 m.

Editing images, I will set one of the pixel sizes with numbers that if summed, the result is 9, eg. 459 pixels.

When transferring funds, I will also add a little so that the summed numbers is 9, eg I transfer Rp 300.600, – for the actual amount of Rp300.000, -.

In organizing knick knacks I also like to set them in the amount of 9; plates, books, snacks, pieces of fruit, and some other stuffs.

IMG_20180616_221235_1126963722 IMG_20180616_163255_2029766380

Thing that might be somewhat funny for others is when cooking, I used to also arrange the number of slices or pieces with a multiple of 9, eg carrot slices totaling 18 or 27, chicken / meat / fish pieces into 9, or make 36 or 45 pcs of snack… hahha… it could be complicated for someone else, but for me not, I get used playing with the number of pieces, guessing the thickness of the slice to fit into a multiple of 9 and I enjoy this habit as something fun that makes me relax.

I like the number 9, purely just likes, no other content or indication, no cult, no obsession or necessity, nor a burden of mind when it is impossible to get the number 9. Just the same as my other likes; walking around, hanging out with friends, taking unique and beautiful photos, enjoying favorite foods that sometimes have to travel some distance first, cooking, sewing, writing, and having fun in social media.

I have many things to like, and a lot of things that I am passionate for 🙂 ❤

20

Saya suka angka 9.

Penyebab awalnya adalah tanggal lahir-tanggal lahir anggota keluarga saya, saya sendiri (1), suami dan anak kedua (5), anak pertama dan puteranya/cucu saya (3) kalau dijumlah (1+3+5), hasilnya 9.

Kemudian saya ambil angka tanggal-tanggal tersebut untuk nama toko buku online saya, Buku135. Sementara, singkatan untuk toko craft saya adalah CCC yang menurut saya kalau dijumlah hasilnya juga 9, karena C adalah abjad ke3… hahha… semau-maunya ya.

Ada seorang teman yang suka dengan angka 8, karena angka 8 itu melingkar tak terputus, katanya.
Saking sukanya dengan angka 9, saat mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan angka, saya terbiasa mengikutsertakan angka 9, misal membuat harga jual, angka-angka di setiap harga jual jika dijumlah hasilnya 9, contoh Rp45.000,-, Rp220.500,-, Rp99.450,-.

Membuat label produk, saya akan membuat angka-angka ukurannya berjumlah 9, misal 27 mm x 45 mm. Ukuran produk yang akan saya kirim ke pembeli juga akan saya tambahkan sedikit sehingga jumlahnya menjadi 9, misal pesanan renda 6 m, saya kirim 6,03 m, pesanan kain 4 m, saya kirim 4,05 m.

Mengedit images, salah satu ukuran pixelnya akan saya atur dengan angka-angka yang jika dijumlah hasilnya 9, misal 459 pixels.

Ketika mentransfer dana, saya juga akan menambahkan sedikit jumlahnya agar angka-angkanya berjumlah 9, misal saya transfer Rp300.600,- untuk jumlah yang sebenarnya Rp300.000,-.

Dalam menata pernak pernik juga saya senang mengaturnya dalam jumlah 9; piring, buku, snack, potongan buah, dan lain-lain.

20180616_170258

Yang mungkin agak lucu buat orang lain adalah saat memasak, saya juga terbiasa mengatur jumlah irisan atau potongan dengan kelipatan 9, misal irisan wortel berjumlah 18 atau 27, potongan ayam/daging/ikan berjumlah 9, atau membuat cemilan berjumlah 36 atau 45 … hahha… bisa jadi ribet ya buat orang lain, buat saya gak, saya jadi terbiasa bermain-main dengan jumlah potongan, mengira-ngira ukuran irisan supaya pas jadi kelipatan 9 dan saya menikmati kebiasaan ini sebagai hiburan yang membuat saya rileks.

Saya suka angka 9, murni sekedar suka, tidak ada kandungan atau indikasi lain, tidak ada pengkultusan, tidak jadi obsesi atau keharusan, tidak juga jadi beban pikiran ketika tidak memungkinkan mendapat angka 9. Sama saja dengan kesukaan-kesukaan saya yang lainnya; berjalan-jalan, kumpul dengan teman-teman, mengambil foto yang unik dan indah, menikmati makanan favorit yang kadang harus dengan menempuh jarak agak jauh dulu, memasak, menjahit, menulis, dan bersosial media.
Saya memang banyak sukanya, banyak maunya juga 🙂 ❤

IMG_20160303_080025  20180329_073402

 

Serpong, 16th June 2018, 22.50

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Sukses berteman ~ Let’s be a better person #5

9c91255d44c2c4588822845e352d7f03

Berteman itu sangat kita perlukan, setuju kan? Pada tahap-tahap tertentu kehidupan kita, pertemanan bisa berarti segalanya – sesuatu yang amat penting dalam hidup kita. Teman bisa mempengaruhi pilihan-pilihan kita, memberi saran, serta membantu membuat keputusan, misalnya: mau makan apa, perlu beli atau tidak, kemana tujuan kita, bagaimana sebaiknya mengemukakan pendapat kita. Pertemanan tumbuh dan berubah sejalan dengan datang dan perginya orang-orang yang terlibat. Pertemanan membutuhkan tanah/wadah untuk tumbuh, pupuk dan air agar tumbuh sehat dan kuat.

Namun, membangun pertemanan yang sehat dan kuat bukanlah hal yang mudah, paling tidak buat sebagian orang, setuju juga kan?

Saya coba menuliskan disini hal-hal yang, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya, bisa dijadikan dasar atau patokan dalam membangun pertemanan yang menyenangkan, baik berteman di dunia nyata (bertemu, kumpul-kumpul) maupun di dunia maya (grup WA, Line, komunitas online).

12565537_10154025124139767_1453321995012435122_n

* Memilih teman dengan bijak

Kita gak perlu jadi teman semua orang kan?  Pilih teman yang bersedia untuk saling membangun, saling mendukung, bukan yang meruntuhkan atau melemahkan. Pilih teman yang bisa menginspirasi dan mau menyambut baik pendapat dan pemikiran kita, bukan yang bersikap merendahkan atau mengabaikan. Kita tidak bisa memilih atau menentukan keluarga dimana kita dilahirkan, tetapi adalah hak kita untuk memilih dan menentukan siapa teman-teman kita.

 

* Mau mendengarkan

Selain kita memilih teman, kita juga dipilih menjadi teman. Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu sikap yang menyenangkan sebagai seorang teman. Buatlah teman tahu bahwa kita mendengarkan pembicaraannya dengan penuh perhatian. Jika ada yang kurang jelas, tidak ada salahnya kita bertanya agar tidak terjadi pengertian yang keliru. Kontak mata dan bahasa tubuh yang tepat akan membuat seseorang tahu bahwa kita mendengarkan pembicaraannya.

 

* Hati-hati saat merespon atau memberi komentar

Pikir dulu sebelum merespon atau memberi komentar – terutama apabila kita sedang merasa tersinggung atau marah. Jangan memberi respon bernada sinis, sengit atau pedas, apalagi untuk sesuatu yang sifatnya dugaan atau kira-kira, misalnya: ‘belum tentu dia mengerti’; ‘mungkin ijazahnya palsu’; ‘bisa saja itu bukan karyanya sendiri’.

Bukan hanya komentar yang serius, menanggapi gurauan atau memberikan respon-respon ringan juga sebaiknya tetap menggunakan kata-kata yang baik, yang tidak menyinggung hal-hal pribadi, tidak menyebut nama seseorang sebagai contoh hal yang kurang menyenangkan, dan tidak bergosip.

Seringkali, kata-kata yang dipikirkan dulu sebelum diucapkan bisa menghindari terjadinya perasaan yang terluka atau tersinggung. Nah, mari kita lebih cerdas memilih kata-kata.

 

* Jangan terlalu rajin memberi saran dan nasehat, serta batasi keinginan untuk selalu membantu mengatasi masalah teman

Dengan maksud baik, jika ada seorang teman yang meminta saran, dan kita bisa, berikanlah saran atau masukan sesuai yang dia perlukan, jangan merembet ke topik lain, apalagi yang topiknya melenceng atau gak nyambung. Mulai dari saran untuk masalah ringan, misalnya tentang bagaimana menulis email permohonan referensi, hingga saran untuk masalah yang lebih serius, misalnya memberi dukungan pada teman yang tengah bermasalah dalam perkawinannya. Tapi tolong diingat ya, berikan saran jika diminta atau jika teman yang bermasalah tersebut meminta dukungan secara terbuka dalam forum kelompok/grup sehingga semua anggota grup bisa memberikan saran dan pendapat. Berikan saran yang nyambung dengan masalah yang diceritakan. Sampaikan saran atau pandangan yang orisinil dan konkrit, artinya bukan hasil copy-paste pandangan orang lain, atau pemikiran ‘kira-kira’ yang disampaikan tanpa dukungan data atau fakta.

Jika tidak dimintai bantuan, jangan rese, jangan maksa untuk membantu meskipun ingin sekali memberikan saran atau pandangan. Setiap kita pasti punya masalah, dan setiap pribadi punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Berikan ruang kepada teman yang mempunyai masalah untuk mengolah urusannya dan membuat keputusannya sendiri.

 

* Jadilah diri sendiri, orisinil dan jujur

Hindari kepura-puraan, jangan mencoba atau berkeinginan menjadi orang lain, jangan mengarang atau memoles cerita dengan harapan akan menjadi lebih menarik.

Sikap pura-pura itu merepotkan, karena akan melahirkan tuntutan untuk menjaga  kepura-puraan itu. Mencoba atau berkeinginan menjadi orang lain juga merepotkan dan melelahkan. Cerita karangan atau hasil polesan biasanya malah tidak menarik, karena jika pendengar atau pembacanya cukup peka, akan ada bagian-bagian yang terasa tidak logis atau kurang wajar.

Jangan menyangkal iman, keyakinan, nilai-nilai hidup dan sudut pandang kita, hanya karena ingin tampil ‘klop’ dengan anggota-anggota lain dari satu grup. Jika seseorang atau sekelompok orang tidak bisa menerima kita sebagaimana adanya, membangun pertemanan dengan mereka akan menjadi sangat sulit. Daripada membuang waktu dan menjadi lelah karena harus terus melakukan ‘penyesuaian’, lebih baik cari teman atau grup lain.

Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang, karena tidak mungkin kita bisa ‘klop dan klik’ dengan semua orang.

 

* Terimalah teman sebagaimana adanya

Disaat bertemu orang-orang yang kemudian menjadi teman kita, bersahabatlah dengan mereka yang mau menerima aslinya kita. Orang lain juga akan melakukan hal yang sama. Sejatinya, kita semua ingin bersahabat dengan orang yang mau menerima kita apa adanya.

1044362_10151710708814767_1374840268_n1795562_10152821787679767_318643331708158241_n

* Berkomunikasi secara terbuka dan jujur

Membangun komunikasi dengan seseorang bisa membutuhkan waktu – dan pastinya, harus ada saling percaya. Jangan kuatir memberitahu teman jika kita perlu bantuan. Demikian juga sebaliknya, jika ada teman yang membutuhkan bantuan, dan kita bisa membantu, bantulah tanpa berpikir rumit tentang untung ruginya, dan tanpa banyak kekuatiran (misalnya, kuatir tidak dihargai, kuatir malah nantinya jadi merepotkan).

Berbagilah hal-hal yang, secara umum, baik dan positif, bukan baik untuk diri kita sendiri. Jangan mendominasi dan jangan bersikap menggurui dan menuntut pengakuan. Komunikasi yang menyenangkan adalah komunikasi yang seimbang, dari semua anggota yang terlibat, saling berbagi pengetahuan dengan kata-kata yang baik, saling mendengarkan, dan semua pihak mau berbesar hati jika ada tanggapan koreksi atas pendapatnya.

 

* Saling menghargai pilihan masing-masing

Apabila ada teman yang membuat keputusan untuk ‘pindah’, sementara kita pikir ‘tetap tinggal’ adalah hal yang tepat untuk dilakukan, jangan memaksakan pendapat kita, biarkan dia melakukan apa yang menurutnya baik.

Jika kita sudah memberikan saran kepada seorang teman, namun dia mempunyai pandangan yang berbeda, beranjaklah, jangan ngotot memberi nasehat dan saran yang tidak akan dihargai. Apa yang dia lakukan bisa jadi memang tepat untuk kehidupannya.

 

* Bersikap ramah, jangan jutek

Kita senang mempunyai teman yang tulus, ramah, memiliki kepedulian, bijak, tidak suka menilai orang lain, tidak suka berpura-pura, dan cerdas. Jadilah pribadi seperti itu dulu dan kita akan lebih mudah menarik pribadi-pribadi yang baik juga ke dalam lingkaran pertemanan kita.

 

* Berempati

Mencoba memahami suatu hal dari sudut pandang orang lain adalah sikap yang bisa membuat komunikasi dan saling pengertian dalam pertemanan terjalin lebih baik. Jangan bersikap masabodoh dan acuh-tak-acuh. Kita juga gak suka kalau dicuekin kan?

 

* Jangan irit memuji

Tunjukkan sikap menghargai dan menyayangi teman melalui pujian atas kualitas baik mereka atau pencapaian yang mereka raih. Berikan pujian dengan tulus, jangan berpura-pura, dan jangan berlebihan. Dengan menyampaikan pujian, artinya kita menghargai dan merasa senang berada dalam lingkaran pertemanan.  Ada teman yang sedang bergembira karena keberhasilan yang diraihnya? Ayo sampaikan pujian untuknya.

 

* Akui kesalahan dan minta maaf

Jika melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan, segera akui dan jangan ragu untuk bilang maaf. Jangan berdalih, tidak perlu sibuk mencari pembenaran, tidak usah repot mengarang cerita. Mengakui kesalahan dan menyampaikan maaf sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelemahan, kalah gengsi, ataupun kebodohan. Sejatinya, kemampuan untuk mengakui kesalahan dan minta maaf adalah sikap cerdas, berani dan anggun. Cerdas menyadari telah salah langkah, berani mengakui kesalahan dan minta maaf, dan dengan anggun berniat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

12744304_10154093174759767_8613612303551377693_n

* Biarkan berlalu

Apabila seseorang, sengaja ataupun tidak, melukai perasaan kita, sepatutnya kita sampaikan kepadanya bahwa kata-katanya atau sikapnya telah menimbulkan ketidaknyamanan. Jika ada permintaan maaf darinya, terimalah dengan besar hati dan hargai permintaan maafnya itu. Jika tidak ada permintaan maaf, tidak perlu memenuhi hati dan pikiran kita dengan kekesalan atau bahkan kebencian. Karena kita sudah menyampaikan padanya tentang ketidaknyamanan yang kita rasakan, sekarang biarkan ketidaknyamanan itu pindah kedalam pikirannya. Biarkan ketidaknyamanan itu berlalu dan lanjutkan langkah maju kita.

Jika kita membiarkan perasaan kesal dan marah terus memenuhi hati dan pikiran, kita akan tertahan dalam situasi tidak nyaman dan ini akan menghambat langkah maju hubungan pertemanan kita. Jangan mau melangkah di jalan masa lalu yang penuh duri. Biarkan ketidaknyamanan berlalu dan buatlah awal baru yang segar.

 

* Tepat waktu dan tepat janji

Ini 2 hal yang sebenarnya gak susah-susah amat untuk dilakukan, tapi kenapa cukup banyak orang yang mudah meleset waktu dan meleset janji ya.

Untuk tepat waktu, diperlukan kemampuan dalam mengelola waktu dan mengatur kegiatan. Pondasi dari kemampuan mengelola waktu dan mengatur kegiatan ini adalah kedisiplinan, disiplin pada diri sendiri dan disiplin dalam kelompok. Jangan mentoleransi diri sendiri untuk mengulur-ulur pekerjaan. Jangan ikut serta atau bertolerasi pada ketidakdisiplinan saat berada dalam kelompok.

Tepat janji adalah unsur penting dari tanggungjawab. Sama dengan perilaku ‘tepat waktu’, pondasi untuk perilaku ‘tepat janji’ juga adalah kedisiplinan. Jangan mudah menjanjikan apapun yang kita tidak yakin akan dapat memenuhi atau menepatinya. Jangan ingin membuat kesan sebagai orang yang ‘selalu bisa’, atau ‘gampang membuat penyesuaian’. Akan lebih baik mengatakan ‘saya mungkin tidak bisa, tapi akan saya usahakan’, daripada berjanji namun harus mengingkari.

 

* Sediakan waktu untuk bertemu dan berkumpul dengan teman-teman secara berkala

Nah ini kegiatan baik dan bermanfaat lho…bukan untuk sekedar eksis dan narsis. Bertemu dan berkumpul dengan teman adalah kesempatan untuk aktualisasi diri, bertukar info, mendapatkan pengetahuan dan, bahkan bisa juga, keterampilan. Tentunya semua harus dalam koridor positif dan dilakukan secara bijak, sehingga hasilnya adalah hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita, keluarga (secara tidak langsung), dan teman-teman yang terlibat.

 

* Nikmati hobi dan minat yang sama

Banyak pertemanan yang awalnya terjadi karena adanya kesamaan  hobi dan minat, misalnya olahraga favorit, membaca dan mengoleksi buku, grup dan jenis musik, keterampilan khusus, dan banyak lagi.

Beli tiket konser dan nonton bareng-bareng, asiknya pasti bikin ketagihan, betul kan?

12510237_10154025108764767_4836341365271169470_n12572946_10154025117689767_7090699398115454948_n

* Mencoba hal-hal baru bersama

Nyobain kedai kopi yang baru buka, jalan-jalan ke objek wisata baru atau yang sebelumnya tidak diminati untuk dikunjungi sendiri, atau belajar line dance bersama-sama, rasakan sensasinya!

 

* Hindari rutinitas

Pertemanan, sama seperti hubungan-hubungan antar manusia lainnya, terkadang bisa mengalami kejenuhan akibat rutinitas. Jangan isi pertemuan dengan banyak keluh kesah atau komplain. Jangan juga bergosip melulu. Salah satu manfaat pertemanan adalah bisa saling meringankan beban jika ada yang mengalami masalah, dan saling mendukung jika ada yang membutuhkan saran atau pendapat, tapi bukan berarti memberikan ruang seluas-luasnya untuk hal-hal yang bernada pesimis, muram, atau getir, sehingga keceriaan dan antusiasme menjadi tidak terasa. Jangan biarkan kejenuhan melanda, ayo cari tema, topik, dan hal-hal yang menyenangkan, sehingga setiap pertemuan selalu indah untuk dikenang dan  membangkitkan semangat untuk bertemu lagi.

 

* Cari keseimbangan dalam pertemanan

Berada dalam kelompok dengan sikap egois dan menjadi pribadi yang selalu ingin ‘mendapatkan’ dan ‘menerima’, bisa membawa seseorang ke kehidupan yang sepi. Saling mendukung, saling membangun karakter positif, saling memberi dan menerima dengan tulus dan wajar akan membuat hubungan pertemanan lebih bernilai.

 

* Jadilah penceria

Jadilah pendorong, pemberi semangat. Berikan motivasi bagi teman-teman yang sedang galau. Bantu teman yang bimbang dalam membuat keputusan. Ajukan pertimbangan dan saran yang cerdas, tapi jangan menggurui dan mendesak. Pribadi yang ceria selalu diperlukan di setiap kelompok pertemanan.

 

* Bisa menjaga rahasia

Dalam perjalanan pertemanan, adalah wajar jika ada teman yang mau berbagi informasi yang sifatnya sangat pribadi dan rahasia kepada kita. Jika seorang teman memberitahukan suatu rahasia kepada kita, itu artinya teman tersebut percaya kepada kita dan dia yakin bahwa kita akan menjaga rahasia itu. Jangan berkhianat dengan membagi rahasia itu kepada pihak lain. Ada banyak pertemanan yang hancur karena rahasia yang tersebar.

 

* Setiap hubungan pertemanan tumbuh dan berubah, terkadang bisa saja berakhir

Pribadi kita bisa berubah dalam kurun waktu 1 tahun. Bayangkan bagaimana perubahan yang bisa terjadi dalam kurun waktu 10 tahun atau lebih. Pribadi kita saat kita bertemu seseorang dulu bisa jadi bukan pribadi kita saat ini. Kita tumbuh, menjadi dewasa. Pemikiran-pemikiran kita berubah. Gaya dan pola hidup kita juga berubah, bisa perubahan yang biasa saja, bisa juga perubahan yang radikal. Begitu juga dengan teman-teman kita. Ada teman yang sebelumnya berperan besar dalam kehidupan kita, namun setelah beberapa waktu, bisa saja pengaruhnya menjadi berkurang. Disisi lain, ada teman yang sebelumnya biasa-biasa saja, namun seiring berjalannya waktu, dia menjadi pribadi yang kuat dan sangat bisa diandalkan.

Jika seorang teman berubah menjadi melemahkan kita, bersikap negatif, atau mengajak kita ke jalan yang berbahaya, jangan ragu untuk mengakhiri hubungan pertemanan yang tidak sehat ini. Terkadang kita harus berjuang mempertahankan hubungan yang berubah menjadi layu. Banyak kali, mengakhiri adalah keputusan yang baik.

Jika seorang teman berubah menjadi pribadi yang lebih baik, bersikap positif dan suportif, sepatutnyalah kita menjaga hubungan pertemanan dengannya dengan dasar saling memberi manfaat.

1780863_10154025123024767_3473134255193003386_n

02875a089c27417590ac078aae852167

Friendship is all about trusting each other, helping each other, loving each other and being crazy together.

~Sherly Hermawan~

Thursday, 17th March 2016, 01.35

 

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

Satu arah perjalanan saya

buku135 alt1   12039514_911321908904384_2048587219831871003_n

Dulu sekali, semasa di SD, berangkat dari kesukaan membaca yang termasuk agak ‘lebih’, saya bermimpi saat besar nanti ingin punya persewaan buku, karena saya punya banyak sekali buku cerita anak dan majalah anak, saya senang tukar-tukaran buku cerita dengan teman, dan sesekali meminjamkan buku ke teman yang saya anggap ‘bisa dipercaya’  🙂

Saat di SMP dan SMA, saya mulai membaca dan mengoleksi novel remaja dan novel roman penulis Indonesia –koleksi nyaris lengkap saya karya Marga T. dan Mira W.-, juga novel terjemahan yang ‘melambungkan khayalan’ karya Barbara Cartland, Anne Hampson, dan beberapa penulis lain yang karyanya bergenre sama.

Di tahun terakhir SMA yang berlanjut saat di bangku kuliah, saya tinggalkan novel-novel roman terjemahan karena bosan juga akhirnya membaca sambil terus membayangkan para upik abu dan gadis biasa yang dicintai sang duke, marquess, viscount, dan baron, kemudian di ujung cerita baru ketahuan si upik abu atau gadis biasa itu ternyata adalah juga putri berdarah ningrat…hihihi…ini bagian yang bikin perasaan saya ikut ‘melambung’… abg banget yaaa..

Saya pindah ke novel-novel sastra atau roman yang lebih serius, dan mulai membaca novel berbahasa Inggris, selera ini terjaga dan berkembang terus hingga saat ini. Beberapa penulis favorit saya: Mitch Albom, Paulo Coelho, Maeve Binchy, Nora Roberts, Cecelia Ahern, Nicholas Sparks. Saya suka karya sastra Jane Austen, D.H. Lawerence, Emily dan Charlotte Brontë,  Louisa May Alcott. Selain fiksi, saya juga mulai gemar membaca buku-buku inspirational, motivational, dan self-help. Eh, saya rakus kan ya… 😉

Nah, saat diawal masa kuliah itu -gak inget pastinya kapan-, saya mulai bermimpi ingin punya toko buku kecil bersuasana cozy, dengan sofa-sofa nyaman, lampu baca dan musik lembut, pokoknya suasana yang mendukung untuk membaca dengan nyaman, bahkan lebih nyaman daripada di rumah sendiri…hahhaha…utopis amat yaaa…

Jenis buku yang saya ingin jual adalah, fiksi (romance) dan non-fiksi (inspirational, motivational, modern spiritual, parenting, history & culture, self-help, hobby, crafts). Gak mau jual buku-buku non-fiksi tentang politik, perang, masalah hukum, sejarah gelap, budaya buruk…hahha…penjual suka-suka, milih yang enak dan indah aja…

Saya akan melayani sendiri para pengunjung, menjadi kasir yang mengajak ngobrol singkat tentang buku yang dibeli oleh pelanggan… ah, mimpi yang sangat menyenangkan….

Hingga lulus kuliah dan bekerja, mimpi ini terus saya bawa, bahkan sempat saya ceritakan ke 2 orang sahabat yang salah satunya beberapa tahun lalu sempat mengatakan bahwa dia ingat ‘cita-cita’ saya itu… terima kasih, Ashiu 🙂

Saya bekerja kantoran mulai tahun 1984, sebelum lulus kuliah. Tahun 2000 saya memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan-bukan-milik-saya. Alasan sesungguh-sungguhnya terkesan bukan saya banget deh…saya kan tipe serius, apa-apa dipikir dari segala penjuru. Yang ada dalam pikiran saya saat itu ‘saya bosan bekerja dengan digaji oleh perusahaan orang, kepengin menggaji diri sendiri meskipun belum punya perusahaan’… dan dengan alasan ‘ingin wiraswasta’ itulah saya memberi kejutan buat bos saya. Diminta berpikir ulang dan menunda keputusan, tapi mimpi saya sudah berubah menjadi cita-cita, dan saya sudah memutuskan untuk segera menjadi bos… dengan keinginan kuat dan kecerdasan, semua bisa jadi bos kan?

Saya berterima kasih pada Bapak Dharmawan (dan juga almarhum Bapak Jacky Indarto), yang memberikan kesempatan indah bagi saya untuk menjadi sekretaris dan asisten pribadi selama saya bekerja di grup perusahaan beliau. Dalam kehidupan saya, beliau tetap dan akan selalu sebagai bos, tidak pernah jadi mantan bos. Saat Tuhan memberikan saya kesempatan untuk jadi bos, Bapak adalah bosnya bos 🙂

Begitu berhenti jadi orang kantoran, saya jadi orang rumahan, dan saya menepati janji pada mimpi saya, meskipun dengan negosiasi tipis, saya berjualan buku secara online. Toko dengan suasana cozy masih tersimpan sebagai ‘bagian mimpi yang perlu diracik dulu’.

Selanjutnya, bukan hanya jadi bos toko buku online, saya juga membuka kantin dan mini market di salah satu food court universitas swasta. Bos kan gak dilarang punya beberapa main business dan side job. Sekretaris atau karyawan gak boleh, iya kan?

Mini market larisnya bikin hati gembira, beda dengan kantin, rupanya menu yang saya tawarkan kurang cocok dengan selera mahasiswa. Gak mau lama-lama, setelah 3 bulan berjalan dengan dukungan dana dari mini market, kantin saya jual.  Fokus pada mini market, tanpa harus mensubsidi kantin, hasilnya semakin menggembirakan, puji Tuhan! Setelah berjalan sekitar 1,5 tahun, ada tetangga sesama merchant yang naksir berat mini market saya, memberikan penawaran bagus untuk membeli usaha ini, iseng tapi ringan hati, saya minta sedikit lebih tinggi, disetujui, nah jadilah saya orang rumahan lagi, menggiatkan lagi jualan buku secara online, yang sempat meredup karena sibuk di mini market …hahha…life is beautiful, anyway….

Jualan buku dan menjalani peran hakiki saya, istri dan mama, yang tetap hobi baca buku, sungguh bahagia. Tapi bukan Sherly kalau betah lama-lama duduk di satu pojok, saya suka duduk di pojok, tapi pindah dari satu pojok ke pojok lain. Saya mulai tertarik dengan jahit menjahit, tanpa modal apa-apa selain minat, saya beli mesin jahit, lalu beli majalah dan buku craft import, beli kain katun, mulai proyek kecil, eh…sepertinya saya berbakat, ya iya dong, kan Mama saya dulu adalah guru menjahit dengan puluhan murid dan jadwal kelas setiap hari.  dan beliau terus menjahit sampai saat dipanggil pulang oleh Tuhan. Saya juga suka berjualan, karena cepat dapat uangnya, maka jadilah saya berjualan kain dan perlengkapan menjahit, termasuk pola, majalah dan buku keterampilan, produk lokal dan import, sambil juga berkreasi.

Mencari barang dari sentra dagang lokal dan produk import dari banyak sumber, mengatur pembelian barang, mengupload produk agar bisa diakses secara online, membuat dan mengatur harga jual dengan pertimbangan-pertimbangan logis, menyiapkan pesanan dan mengurus pengiriman, ditambah dengan kegiatan berkreasi, membuat hari-hari saya penuh kesibukan dan penuh semangat. Tidak ada waktu untuk tidur siang, tapi tidur malam menjadi sangat berkualitas. Tidak ada waktu (dan tidak berminat) untuk bergosip, berkaraoke atau night-out bersama teman-teman, tapi saya punya grup teman alumni Tarakanita yang saling mendukung, menginspirasi, dan mensuplai enerji positif…as I keep saying, I’m so blessed to have them all as my friends. Tidak (eh belum, ding 🙂 ) hidup berkelimpahan, tapi Tuhan memberikan saya keluarga yang luar biasa, kemampuan dan kecerdasan yang mumpuni, dan kehidupan yang indah.

Anak-anak saya sudah tumbuh sebagai wanita karir, jadi suami dan anak-anak berada di kantor masing-masing Senin sampai Jum’at, ini membuat waktu saya maksimal untuk berkegiatan di rumah.

Beberapa bulan lalu saya mulai menjajaki usaha produksi busana wanita dengan merk hasil kesepakatan kami sekeluarga. Saya mencari bahan, mencari ide dari sebanyak mungkin sumber yang bisa saya akses, mendisain dan memilih tema, menentukan ukuran berdasarkan karakter bahan dan model, merekrut penjahit, menentukan harga jual dengan mempertimbangkan banyak aspek, memikirkan kemasan dan mengatur penjualan, dengan segala keterbatasan dan kemampuan saya, namun dengan semangat penuh, karena saya mendapatkan dukungan tak terbatas dari keluarga dan bergantung pada belas kasih Tuhan yang tak terhingga.

Cita-cita saya untuk menjadi bos sungguhan belum sepenuhnya tercapai, saya masih harus berlari, mengejar kesempatan, mengejar prestasi, merespon berkat yang Tuhan berikan dengan semaksimal daya dan upaya saya sambil terus bersyukur. Tuhan sangat baik, saya harus merespon dengan baik.

Placemat

~Sherly Hermawan~

Monday, 8th June 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 8th June 2015, 17.28

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan