Stillness ~ Peace ~ Happiness — Hening ~ Damai ~ Bahagia (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

textgram_1543019572

Hening – sebuah puisi

Hening adalah ibunda
Pemilik kasih dengan kekuatan tak terkalahkan
Hening adalah kekasih
Penyejuk hati dengan kemesraan tanpa nafsu
Hening adalah sahabat
Pelipur lara dengan kesabaran tanpa batas

Hening adalah jiwa yang terhimpit
Menyeruak ruang, mengalahkan sesak
Hening adalah semangat yang tertekan
Menjangkau langit, meraih kemenangan
Hening adalah doa
Mengukir harapan, merangkul bahagia

Hening adalah jiwaku yang bebas

Sherly Hermawan
Serpong, Sabtu, 24 Nopember 2018

 

textgram_1543121442

Damai – sebuah puisi

Damai tertera di langit biru
Menyapa bumi yang riuh rendah
Menenangkan semua makhluk yang gelisah
Jiwaku mengharu-biru menggapainya

Damai mengheningkan kegaduhan
Ia mengisi batin yang hampa
Memberi kesejukan bagi semua yang gersang
Ia mengajarku untuk bahagia dengan caranya.

Damai membuatku ramah pada diri sendiri
Merendah atas kebanggaan diri
Berdamai dengan kepedihan
Ia menemaniku menghitung setiap berkat

Sherly Hermawan
Serpong, Minggu, 25 Nopember 2018

 

textgram_1543249603

Bahagia – sebuah puisi

Bahagia membentang di semesta
Bergulung bersama gelombang gairah
Menyelinap disela-sela kerikil kehidupan
Berteriak lantang mengusir kepahitan
Suatu ketabahan yang menihilkan benci dan dendam

Bahagia tersaji hangat dan nikmat
Di cangkir kopiku, di mangkok rawonku, di pincuk pecelku
Ia merambat di nadi, mengisi sela-sela sendi
Memompa hasrat ketulusan ke jantung
dan menebarkan kearifan dalam ucap dan sikap

Bahagia ada di keseharian,
bebas dan tidak berprasangka, sederhana dan tidak gentar

Bahagia adalah hening dan damai yang kurangkai dalam jiwa

Sherly Hermawan
Serpong, Senin, 26 Nopember 2018

 

Published on 28th November 2018, 07.02

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

Birthday Note (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

birthday

Celebrating birthday… why not? as long as it implies as an expression of gratitude

Birth is our beginning. Birthday is an opened window of chance for us to start our life, the chance to fulfill our unique missions. So, a birthday is a momentous occasion to celebrate, to be remembered, just as a nation commemorates its birth or as an organization celebrates its founding. Not just a chance to party, eat well and receive gifts, instead it is a chance to remember the day that a special event occurred, to celebrate and give thanks and to reflect upon how well we fulfill our calling.

Day of birth is the day when we were mandated to participate in building the world. The Day when God entrusts us to face the challenges of the world. At the same time, we are given the ability to attain a qualified spiritual elevation to achieve the purpose of life – an unimaginable height for the soul before it is released from the noble heavenly abode to inhabit the physical body.

A birthday is a time to celebrate our existence as the part of joyful of the universe. Our existence should be the joy of the universe. It is also time to rethink our journey of life: how far have we stepped ahead, how big is the disparity between what I have accomplished and what I can accomplish? Am I spending my time properly or am I allowing myself to involve in things that distract me from my higher calling? How can I strengthen the thread that connects my outer life and my inner life?

Celebrating birthdays can be a moment to recall our birth, recall our beginning. How we were well prepared to start the life, we were entrusted by the Lord Creator, we had missions.

No matter how things went yesterday, or last year, this present moment we always have the capacity to try again. Birthday is a refresher, a chance for regeneration—not just materially, but spiritually.

Birthday celebration could also be a good time to show confidence that I am and will continue to be worthy of God’s trust. No matter the obstacles, I will persevere and live up to God’s expectations of me.

And now, with all the goodness of life; health, logical ability, qualified adequacy, beautiful and blessed family life, good spiritual and religious sides, good social life, good friends and encouraging friendships, I know it is good for me to celebrate my birthday, today, as an expression of my gratitude to the Lord Creator and also to the universe that are so extraordinary organizing this life.

Happy birthday to the happy-me, not just a one-day happiness, but I want the happiness that is always available and never receded, never faded.

May God be pleased.

20180801_122700

My birthday breakfast.. simple, and I love it.

 

Merayakan ulang tahun … kenapa tidak? selama itu dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur

Kelahiran adalah awal kita. Hari lahir adalah jendela kesempatan yang terbuka untuk kita memulai kehidupan, kesempatan untuk memenuhi misi-misi unik kita. Jadi, ulang tahun adalah momen yang sangat penting untuk dirayakan, untuk diperingati, sama seperti sebuah bangsa memperingati kelahirannya atau sebagai organisasi merayakan pendiriannya. Bukan sekadar kesempatan untuk berpesta, makan-makan dan menerima hadiah, melainkan kesempatan untuk mengingat hari ketika suatu peristiwa istimewa terjadi, untuk merayakan dan bersyukur dan untuk merefleksikan seberapa baik kita memenuhi panggilan kita.

Hari lahir adalah hari ketika kita diamanatkan untuk ikut membangun dunia. Hari ketika Tuhan mempercayakan kita untuk menghadapi tantangan dunia. Di saat yang sama, kita diberi kemampuan untuk mencapai ketinggian spiritual yang mumpuni untuk meraih tujuan kehidupan — ketinggian yang tak terbayangkan bagi jiwa sebelum dilepaskan dari tempat tinggal surgawi yang luhur untuk menghuni tubuh fisik.

Ulang tahun adalah saat untuk merayakan eksistensi kita sebagai bagian dari kegembiraan alam semesta. Keberadaan kita selayaknya menjadi kegembiraan alam semesta. Ini juga merupakan saat untuk memikirkan kembali perjalanan hidup kita: seberapa jauh kita telah melangkah, seberapa besarnya perbedaan antara apa yang telah saya capai dan apa yang dapat saya capai? Apakah saya menggunakan waktu dengan benar atau apakah saya membiarkan diri terlibat dalam hal-hal yang mengalihkan perhatian saya dari panggilan saya yang lebih tinggi? Bagaimana saya bisa memperkuat benang yang menghubungkan kehidupan luar saya dan kehidupan batin saya?

Merayakan ulang tahun bisa menjadi momen untuk mengingat kelahiran kita, mengingat awal kita. Bagaimana kita dipersiapkan dengan baik untuk memulai hidup, kita diberikan kepercayaan oleh Sang Pencipta, kita punya misi.

Tidak peduli bagaimana keadaan kemarin, atau tahun lalu, saat sekarang ini kita selalu memiliki kemampuan untuk mencoba lagi. Ulang tahun adalah penyegaran, kesempatan untuk regenerasi — bukan hanya secara materi, tetapi juga spiritual.

Perayaan ulang tahun juga bisa menjadi saat yang tepat untuk menunjukkan keyakinan diri bahwa saya dan akan terus menjadi layak sebagai kepercayaan Tuhan. Tidak peduli rintangannya, saya akan bertahan dan hidup sesuai dengan harapan Tuhan terhadap saya.

Dan sekarang, dengan segala kebaikan hidup; kesehatan, kemampuan logika, kecukupan yang berkualitas, kehidupan keluarga yang indah dan terberkati, sisi-sisi spiritual dan religi yang terpupuk baik, kehidupan sosial yang baik, teman-teman yang baik dan persahabatan yang menyemangati,  bukankah sepatutnya saya merayakan ulang tahun saya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta dan juga kepada semesta yang begitu ramah menyelenggarakan kehidupan ini?

Selamat ulang tahun kepada saya yang berbahagia, bukan hanya kebahagiaan satu hari, tetapi saya ingin kebahagiaan yang selalu tersedia dan tidak pernah surut, tidak pernah pudar.

Semoga Tuhan berkenan.

birthday to me

Serpong, 1st August 2018, 17.01

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Morning notes: Be thankful – Catatan pagi: Bersyukur (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

20180624_065652 20180519_060609

Because in real, there are always things we should be thankful for in every second of our lives

Getting up in the morning in health blessings, in the regularity of breath, having time, intention and ability for morning prayer, being able to move the limbs according to the command from clear and healthy brain, hearing the sounds of nature and inhaling all of goodness, opening the door of the house, the door of the heart, the eyes of the soul, and the mind for all the goodness, tenderness and strength that nature provides.

Having chance and ability to set choices and make decisions on every side, angle, arch, length, valley and hill of life. Instinctively, applying the simplicity that lightens the soul, the intelligence that elevates the dignity, the truth that protects the heart. Having a good family life, a qualified social life, an eloquence in taking responsibility, a reasonableness in thinking and acting, a sensitivity as a balancer to the assertiveness, passion and enthusiasm as self-fulfillment.

Being able to feel the fatigue as an accomplishment, smile over mistakes of experience-worth, laugh as a manifestation of respect for life, self-forgive for a conscious stupidity, tolerate to lack of self-ability , create the right lashs as a trigger for more self-achievement.

Being able to put something that is not obtained or something missing as a reminder to count the blessings and give thanks for everything that has been obtained and owned.

Being able to rest without burden, having a quiet moment for evening prayer and being thankful for all grace, contemplating on goodness and glory, compiling humility and patience, building plans for a better tomorrow.

Above those all, thankful for I’m the beloved of the Most-Gracious-One.

20180624_113808 20180624_065733

Karena senyatanya selalu ada hal yang patut kita syukuri di setiap detik kehidupan kita

Bangun pagi dalam berkat kesehatan, dalam keteraturan napas, punya waktu, niat dan kemampuan untuk berdoa pagi, bisa menggerakkan anggota tubuh sesuai perintah otak yang jernih dan sehat, mendengar suara alam dan menghirup segala kebaikannya, membuka pintu rumah, pintu hati, mata jiwa, dan pikiran bagi segala kebaikan, kelembutan dan kekuatan yang disediakan alam.

Punya kesempatan dan kemampuan untuk menentukan pilihan dan membuat keputusan di setiap sisi, sudut, lengkung, panjang, lembah dan bukit kehidupan. Bernaluri dalam menerapkan kesederhanaan yang meringankan jiwa, kecerdasan yang meninggikan harkat, kebenaran yang melindungi hati.

Memiliki kehidupan berkeluarga yang baik, kehidupan sosial yang mumpuni, kefasihan menjalani tanggung jawab, kewajaran dalam berpikir dan bertindak, kepekaan sebagai penyeimbang ketegasan, minat dan antusiasme sebagai pemenuhan diri.

Bisa merasakan lelah sebagai prestasi, tersenyum atas kekeliruan yang bernilai pengalaman, tertawa sebagai bentuk penghargaan terhadap kehidupan, memaafkan diri atas kebodohan yang disadari, bertoleransi terhadap kekurang-piawaian diri, menciptakan lecutan yang tepat sebagai pemicu untuk pencapaian diri yang lebih.

Bisa menempatkan sesuatu yang tidak diperoleh atau sesuatu yang hilang sebagai pengingat untuk menghitung berkat dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah diperoleh dan dimiliki.

Bisa beristirahat tanpa beban, punya saat hening untuk berdoa malam dan mensyukuri semua anugerah, merenung tentang kebaikan dan keindahan, menata kerendahan hati dan kesabaran, membangun rencana untuk esok yang lebih baik.

Lebih dari semua itu, bersyukur karena saya adalah milik Dia Yang Maha Pengasih.

20180624_064927 20180531_050205

 

Serpong, 24th June 2018, 11.52

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

A little story: Number – Cerita ah..: Angka (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

IMG_20180616_204804_193012558120180616_213814

I like the number 9.

The initial cause is the birth dates of my family member, myself (1), husband and second child (5), first child and her son/my grandson (3), if summed (1 + 3 + 5) , then the result is 9.

Then I take those date numbers for my online bookstore’s name, Buku135. Meanwhile, the abbreviation for my craft store is CCC of which if it being summed, I got 9, since C is the 3rd alphabet…ahaa … don’t need to argue, it’s just because I like the number 9.

There was a friend of mine who liked the number 8, because the number 8 was circularly unbroken, she said.

As I was so excited with the number 9, when doing things related to numbers, I used to engage the number 9 in, eg. in setting the sale price, the figures in each sale price if summed the result is 9, example Rp45.000, -, Rp220.500, -, Rp99.450, -.

In creating product labels, I will make numbers of the dimension amounting to 9, eg. 27 mm x 45 mm. The length of the products I will send to the buyers will also be added a little so that the numbers to be summed will be 9, eg. 6 m lace order, I send 6.03 m; 4 m cloth order, I send 4.05 m.

Editing images, I will set one of the pixel sizes with numbers that if summed, the result is 9, eg. 459 pixels.

When transferring funds, I will also add a little so that the summed numbers is 9, eg I transfer Rp 300.600, – for the actual amount of Rp300.000, -.

In organizing knick knacks I also like to set them in the amount of 9; plates, books, snacks, pieces of fruit, and some other stuffs.

IMG_20180616_221235_1126963722 IMG_20180616_163255_2029766380

Thing that might be somewhat funny for others is when cooking, I used to also arrange the number of slices or pieces with a multiple of 9, eg carrot slices totaling 18 or 27, chicken / meat / fish pieces into 9, or make 36 or 45 pcs of snack… hahha… it could be complicated for someone else, but for me not, I get used playing with the number of pieces, guessing the thickness of the slice to fit into a multiple of 9 and I enjoy this habit as something fun that makes me relax.

I like the number 9, purely just likes, no other content or indication, no cult, no obsession or necessity, nor a burden of mind when it is impossible to get the number 9. Just the same as my other likes; walking around, hanging out with friends, taking unique and beautiful photos, enjoying favorite foods that sometimes have to travel some distance first, cooking, sewing, writing, and having fun in social media.

I have many things to like, and a lot of things that I am passionate for 🙂 ❤

20

Saya suka angka 9.

Penyebab awalnya adalah tanggal lahir-tanggal lahir anggota keluarga saya, saya sendiri (1), suami dan anak kedua (5), anak pertama dan puteranya/cucu saya (3) kalau dijumlah (1+3+5), hasilnya 9.

Kemudian saya ambil angka tanggal-tanggal tersebut untuk nama toko buku online saya, Buku135. Sementara, singkatan untuk toko craft saya adalah CCC yang menurut saya kalau dijumlah hasilnya juga 9, karena C adalah abjad ke3… hahha… semau-maunya ya.

Ada seorang teman yang suka dengan angka 8, karena angka 8 itu melingkar tak terputus, katanya.
Saking sukanya dengan angka 9, saat mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan angka, saya terbiasa mengikutsertakan angka 9, misal membuat harga jual, angka-angka di setiap harga jual jika dijumlah hasilnya 9, contoh Rp45.000,-, Rp220.500,-, Rp99.450,-.

Membuat label produk, saya akan membuat angka-angka ukurannya berjumlah 9, misal 27 mm x 45 mm. Ukuran produk yang akan saya kirim ke pembeli juga akan saya tambahkan sedikit sehingga jumlahnya menjadi 9, misal pesanan renda 6 m, saya kirim 6,03 m, pesanan kain 4 m, saya kirim 4,05 m.

Mengedit images, salah satu ukuran pixelnya akan saya atur dengan angka-angka yang jika dijumlah hasilnya 9, misal 459 pixels.

Ketika mentransfer dana, saya juga akan menambahkan sedikit jumlahnya agar angka-angkanya berjumlah 9, misal saya transfer Rp300.600,- untuk jumlah yang sebenarnya Rp300.000,-.

Dalam menata pernak pernik juga saya senang mengaturnya dalam jumlah 9; piring, buku, snack, potongan buah, dan lain-lain.

20180616_170258

Yang mungkin agak lucu buat orang lain adalah saat memasak, saya juga terbiasa mengatur jumlah irisan atau potongan dengan kelipatan 9, misal irisan wortel berjumlah 18 atau 27, potongan ayam/daging/ikan berjumlah 9, atau membuat cemilan berjumlah 36 atau 45 … hahha… bisa jadi ribet ya buat orang lain, buat saya gak, saya jadi terbiasa bermain-main dengan jumlah potongan, mengira-ngira ukuran irisan supaya pas jadi kelipatan 9 dan saya menikmati kebiasaan ini sebagai hiburan yang membuat saya rileks.

Saya suka angka 9, murni sekedar suka, tidak ada kandungan atau indikasi lain, tidak ada pengkultusan, tidak jadi obsesi atau keharusan, tidak juga jadi beban pikiran ketika tidak memungkinkan mendapat angka 9. Sama saja dengan kesukaan-kesukaan saya yang lainnya; berjalan-jalan, kumpul dengan teman-teman, mengambil foto yang unik dan indah, menikmati makanan favorit yang kadang harus dengan menempuh jarak agak jauh dulu, memasak, menjahit, menulis, dan bersosial media.
Saya memang banyak sukanya, banyak maunya juga 🙂 ❤

IMG_20160303_080025  20180329_073402

 

Serpong, 16th June 2018, 22.50

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

Grandson – A poem

toby-5

Tiny little baby darling, my handsome Tobias

So small, so precious, so adorable

A wonderful blessing, a treasure from God

You are love, warmth, and special charm

 toby-2

Since the minute of your presence in the family

You add sweet colors into my life, more and more every day

Along with the new enthusiasms that were so encouraging

You are my inspiration to enjoy life better, you are my great little one

 Toby 3.jpg   Toby 6.jpg

Another amazing journey has begun

I let a little boy stealing my heart, and he gives me a wondrous call ‘granny’

Your little hands, a perfect tenderness as I touch, I love you more than much

You are my sweetheart, my joy, my dearest little boss

Toby 1.jpg

~Sherly Hermawan~

Sunday, 8th January 2017

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 8th January 2017, 23.04

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

My happiness, my blessings

images-2  images 1.jpg

 

Having met a soulmate and got married is a happiness, having given the ability to build and maintain a family life is a blessing

Having children and grandchildren is a happiness, having given the ability to guide and lead them becoming persons with good character is a wonderful blessing

Having parents who raised us with all their love is a happiness, having chances to make them happy and comfortable on their old days is a lovingly blessing

Having a job and earning a living is a happiness, having chances to share and care to those in need is a blessing

Having a lot of friends is a happiness, having best friends who understanding and encouraging each other is a blessing

Having a lot of interests is a happiness, could make them the benefits for others to feel happy too is a blessing

Having  many wonderful memories is a happiness, having a good memory is a blessing

Being able to make the right decisions is a happiness, being someone who relied upon by the close ones is a blessing

Being busy with all domestic affairs is a happiness, being able to sleep soundly at night and wake up refreshed in the morning is a beautiful blessing 

Being happy is a blessing. Living life well is a great blessing.

I’m happy, I live my life well, I’m blessed, and I’m grateful.

IMG_2441 edited.jpg

~Sherly Hermawan~

Thursday, 15th December 2016

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 15th December 2016, 21.15

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

Someday – A Poem

20161201_123105.jpg

Someday, do not need to look for me

Maybe I was busy playing chase with my grandchildren

Maybe I was cheerfully struggling to make delicious pasta for my beloved ones

Or maybe I was having chit chat with friends at a cozy coffee shop

 

Someday, do not need to hassle trying to come up to me

Perhaps I was in very good mood to complete my writings in a tranquil shelter

Perhaps I was in a vigorously whoop-de-doo in one of world big cities

Or instead, perhaps I was enjoying my solitude doing nothing

 

On that days, any those unkind please stay away from me, or never even know me

I want to greet the friendly world and let all the kindness fulfilling every crevice and corner of my life

I want to be in my heartfelt happiness only with my other-half-soul, my truly encouraging children and grandchildren, and my true friends.

I want to enjoy my blessings to the fullest and let my heart and soul be still in gratitude for my blessed life.

 

I truly wish that ‘someday’ will be there with God’s abundant love and blessings

 20161201_123314.jpg

~Sherly Hermawan~

Thursday, 1st December 2016

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 1st December 2016, 13.14

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

DAMAI & BAHAGIA ~ LET’S BE A BETTER PERSON #6

edited Sarangan

Lakukan hal-hal sederhana ini dan nikmati kehidupan yang damai

 

1 Smile* Ayo senyum

Ada banyak hasil riset yang menjelaskan tentang manfaat tersenyum dan tertawa. Salah satu riset menyatakan bahwa gerakan otot-otot wajah pada saat tersenyum, akan memicu otak untuk melepaskan zat Endorphin. Zat Endorphin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang  https://id.wikipedia.org/wiki/Endorphin

Tersenyum dan tertawa membuat kita merasa rileks dan mengurangi stress. Semakin sering kita merangsang otak untuk melepaskan zat endorphin, akan semakin sering kita merasa senang dan rileks. Selain tersenyum dan tertawa, ada baiknya juga jika kita menjaga ekspresi wajah saat kita melakukan kegiatan rutin, misalnya saat menyetir, saat belanja di pasar, saat mengantri. Jangan memperlihatkan wajah cemberut atau bete. Senyum dan ekspresi ramah akan menciptakan suasana menyenangkan bagi diri kita sendiri dan sekeliling kita.

 

2 Don't Argue* Jangan selalu mau jika diajak berdebat atau berargumentasi.

Jika terlanjur berada dalam situasi yang cenderung memanas karena perdebatan, segeralah beranjak, tinggalkan drama yang tengah berlangsung.

 

3 organized life* Berbenah dan singkirkan barang-barang tua yang tidak pernah dipergunakan

Ruangan yang kacau balau seringkali menciptakan perasaan yang kacau. Sediakan waktu untuk menyingkirkan segala sesuatu yang tidak pernah kita pergunakan dalam kurun waktu setahun dan cari tahu cara-cara pengaturan yang membantu kita memelihara kerapian ruang.

 

4 Don't Judge* Berhenti menilai orang

Setiap kali kita tergoda untuk memberi komentar tentang kehidupan seseorang, tanyakan dulu ke diri sendiri apa tujuan komentar kita tersebut. Jika komentar kita bernada penilaian atau sangkaan, jangan dikemukakan. Menilai orang lain akan menciptakan enerji negatif, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

 

5 Thank You.jpg* Jangan menunda dan jangan pelit mengucapkan ‘terima kasih’

Mulai dan akhiri setiap hari dengan sikap dan ucapan syukur. Temukan dan ambil kesempatan-kesempatan baik dalam kegiatan sehari-hari kita dan berinteraksilah sebagai ungkapan penghargaan terhadap orang lain. Ucapkan terima kasih, bukan hanya untuk hal-hal besar, tapi juga untuk hal-hal kecil dan yang tampaknya ‘hanya sambil lalu’. Bilang ‘terima kasih’ akan membuat kita merasa senang dan damai.

 

6 Don't Worry* Jangan terus-terusan kuatir tentang hari esok

Kita tidak bisa mengontrol masa depan, jalani hari ini dengan baik dan nikmati kehidupan yang damai. Ingat ungkapan lama “Kekuatiran itu seperti kursi goyang yang membuat kita harus melakukan sesuatu, tapi tidak membuat kita beranjak.”

 

7 Natural Food* Makan makanan yang alami

Semakin asli dan alami makanan yang kita makan, akan semakin nyaman perasaan kita menikmatinya. Pilih makanan yang merupakan hasil dari tumbuhan atau hewani, bukan makanan hasil olahan pabrik.

 

8 No Gadgets* Jauhkan teknologi dari kamar tidur

Berikan waktu yang nyaman untuk diri sendiri. Membaca atau beristirahat tanpa gangguan suara centang-centung dari handphone atau godaan untuk membuka email atau browsing.

Banyak penelitian yang mengkaitkan cahaya biru dari perangkat elektronik yang mengarah ke atau berada di sekitar tempat tidur akan mengganggu kualitas tidur dan merugikan kesehatan secara keseluruhan.

 

9 Choosing friends.jpg* Manfaatkan fitur-fitur penyaring pada media sosial

Selektif dalam berteman; kita berhak menentukan siapa yang cocok sebagai teman kita. Tidak perlu setiap permintaan pertemanan kita setujui. Jika tidak ada latar belakang pertemanan nyata (teman sekolah, teman kerja di kantor, atau ada teman yang sama-sama dikenal/mutual friend) dan atau tidak ada kesamaan minat, kita sangat boleh menolak permintaan pertemanan. Selektif dalam berteman bisa menghindari kita dari ketidaksesuaian gaya bahasa dan pemilihan kata saat berinteraksi (sapaan, komen, gurauan). Kita juga tidak perlu kuatir akan melihat posting yang tidak kita sukai. Pertemanan maya dengan orang-orang yang santun, yang menggunakan kata-kata yang baik saat serius maupun sebagai gurauan, akan membuat kita nyaman.

 

10 Silence* Rasakan nyamannya keheningan

Ketika kita membayangkan seseorang yang berada dalam keadaan tenang dan damai, biasanya orang tersebut tidak sedang berbicara. Lebih banyak mendengar daripada berbicara, lebih banyak menyimak daripada berkomentar, kurangi sikap ekspresif dan spontanitas. Nikmati suasana hening sebagai saat untuk memperbaiki pengendalian diri dan emosi, serta kemampuan memilih kata dan mengatur bicara. Hening itu damai, damai itu nyaman.

 

11 Speak Slowly* Berbicara dalam irama yang teratur

Seringkali perasaan kurang nyaman atau tidak damai terwujud dalam sikap bicara yang terburu-buru atau terpotong-potong. Tersenyum, tarik napas, tenangkan diri, lalu biarkan pemikiran yang bijak dan pertimbangan yang logis mengendalikan kata-kata yang kita ucapkan.

 

12 Don’t procrastinate* Jangan menunda-nunda

Mengerjakan sesuatu di menit-menit terakhir pasti bikin stress. Membiasakan diri untuk tidak menunda-nunda pasti bikin perasaan tenang dan nyaman. Menunda satu pekerjaan seringkali mengakibatkan pekerjaan lainnya ikut tertunda, dan menimbulkan perasaan tidak tenang.

Cara terbaik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas adalah dengan mulai mengerjakannya sekarang.

 

13 Forgive* Memaafkan

Menyimpan amarah atau rasa dendam terhadap orang lain sesungguhnya melukai diri kita sendiri. Memaafkan bukan hal mudah, tapi bisa dilakukan oleh setiap orang. Dengan memaafkan, kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Memaafkan dengan membuang rasa marah dan dendam akan membuat hidup kita ringan dan damai.

 

14 Expectation* Ekspektasi yang realistis

Jaga agar ekspektasi kita tidak berlebihan, terutama ekspektasi yang mengandalkan atau melibatkan orang lain. Ekspektasi yang tidak logis  seringkali menjadi penyebab kekecewaan besar. Latih diri sendiri untuk mampu mengukur kemampuan dan menyesuaikan keinginan dengan kemampuan kita. Dengan ekspektasi yang wajar dan realistis, kita akan berupaya meraih harapan dan keinginan tanpa perasaan tertekan dan berat, sehingga kehidupan terasa nyaman.

 

15 Be Active* Aktif dalam kegiatan yang positif

Menjadi anggota yang aktif dalam grup WA, ikut dalam acara kumpul-kumpul dan jalan-jalan, tidak perlu selalu, dan jangan sampai mengorbankan kepentingan lain. Aktif dalam grup dan sesekali bertemu dengan teman-teman akan memberi tambahan enerji dalam menjalani tugas-tugas rutin. Dengan enerji yang cukup, hidup akan terasa lebih ringan.

 

16 Positive Energy* Fokuskan enerji dan perhatian pada hal-hal yang ingin kita raih

Pemikiran-pemikiran, kata-kata dan setiap tindakan kita akan menciptakan enerji, bisa positif bisa negatif. Sikap-sikap curiga, banyak komplain, serakah, kuatir dikalahkan, akan menciptakan enerji negatif yang memberatkan langkah kita dalam berupaya.

Enerji positif akan menarik lebih banyak lagi enerji positif dari alam.

Ayo bangun pola pikir dan sikap yang positif, agar banyak enerji positif yang kembali pada kita dan membantu meraih tujuan hidup yang kita inginkan.

 

17 Do not control everything* Jangan ingin mengendalikan segala hal

Keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu bukan hanya menghancurkan perasaan damai dalam diri kita sendiri, tapi juga bisa merusak pertemanan dan hubungan dengan orang-orang sekitar kita. Jika kita selalu ingin mengendalikan segala hal, dan merasa cemas atas hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, tanpa sadar kita membawa diri kita kedalam situasi yang berat yang bisa mengakibatkan frustasi.

Seringkali kita perlu rileks saja dan yakinkan diri sendiri bahwa sesuatu akan berjalan dengan baik. Biarkan alam yang mengendalikan situasi. Kita bisa menikmati kehidupan yang damai.

 

18 Manage Money* Kelola keuangan dengan bijak

Urusan keuangan menempati posisi tertinggi dalam daftar penyebab stress. Sediakan waktu untuk membuat anggaran, hitung berapa uang yang kita keluarkan dan cek silang dengan uang yang kita terima.

Kesadaran atas uang masuk dan uang keluar, dan kepedulian untuk bersikap bijak dalam mengatur keuangan, akan menciptakan kehidupan yang teratur dan pikiran yang tenang.

 

19 Get up before sunrise* Bangun sebelum matahari terbit

Menyaksikan fajar dan munculnya matahari di ufuk timur menimbulkan rasa kagum yang unik dan apresiasi atas kehidupan. Bagi saya pribadi, bangun saat dinihari membuat saya lebih bersemangat melakukan kegiatan dan menyelesaikan tugas-tugas. Waktu pagi terasa lebih panjang, dan saat menjalani kegiatan sepanjang hari terasa lebih tenang dan teratur.

 

20 Be Yourself* Jadilah diri sendiri

Berpura-pura atau berkeinginan menjadi orang lain akan menimbulkan pertikaian batin.

Menjadi diri sendiri akan melahirkan perasaan damai dan bahagia.

e60d2d2df0eabb0603135ff56e69b31a

~Sherly Hermawan~

Sunday, 29th May 2016, 17.55

 

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

 

Sukses berteman ~ Let’s be a better person #5

9c91255d44c2c4588822845e352d7f03

Berteman itu sangat kita perlukan, setuju kan? Pada tahap-tahap tertentu kehidupan kita, pertemanan bisa berarti segalanya – sesuatu yang amat penting dalam hidup kita. Teman bisa mempengaruhi pilihan-pilihan kita, memberi saran, serta membantu membuat keputusan, misalnya: mau makan apa, perlu beli atau tidak, kemana tujuan kita, bagaimana sebaiknya mengemukakan pendapat kita. Pertemanan tumbuh dan berubah sejalan dengan datang dan perginya orang-orang yang terlibat. Pertemanan membutuhkan tanah/wadah untuk tumbuh, pupuk dan air agar tumbuh sehat dan kuat.

Namun, membangun pertemanan yang sehat dan kuat bukanlah hal yang mudah, paling tidak buat sebagian orang, setuju juga kan?

Saya coba menuliskan disini hal-hal yang, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya, bisa dijadikan dasar atau patokan dalam membangun pertemanan yang menyenangkan, baik berteman di dunia nyata (bertemu, kumpul-kumpul) maupun di dunia maya (grup WA, Line, komunitas online).

12565537_10154025124139767_1453321995012435122_n

* Memilih teman dengan bijak

Kita gak perlu jadi teman semua orang kan?  Pilih teman yang bersedia untuk saling membangun, saling mendukung, bukan yang meruntuhkan atau melemahkan. Pilih teman yang bisa menginspirasi dan mau menyambut baik pendapat dan pemikiran kita, bukan yang bersikap merendahkan atau mengabaikan. Kita tidak bisa memilih atau menentukan keluarga dimana kita dilahirkan, tetapi adalah hak kita untuk memilih dan menentukan siapa teman-teman kita.

 

* Mau mendengarkan

Selain kita memilih teman, kita juga dipilih menjadi teman. Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu sikap yang menyenangkan sebagai seorang teman. Buatlah teman tahu bahwa kita mendengarkan pembicaraannya dengan penuh perhatian. Jika ada yang kurang jelas, tidak ada salahnya kita bertanya agar tidak terjadi pengertian yang keliru. Kontak mata dan bahasa tubuh yang tepat akan membuat seseorang tahu bahwa kita mendengarkan pembicaraannya.

 

* Hati-hati saat merespon atau memberi komentar

Pikir dulu sebelum merespon atau memberi komentar – terutama apabila kita sedang merasa tersinggung atau marah. Jangan memberi respon bernada sinis, sengit atau pedas, apalagi untuk sesuatu yang sifatnya dugaan atau kira-kira, misalnya: ‘belum tentu dia mengerti’; ‘mungkin ijazahnya palsu’; ‘bisa saja itu bukan karyanya sendiri’.

Bukan hanya komentar yang serius, menanggapi gurauan atau memberikan respon-respon ringan juga sebaiknya tetap menggunakan kata-kata yang baik, yang tidak menyinggung hal-hal pribadi, tidak menyebut nama seseorang sebagai contoh hal yang kurang menyenangkan, dan tidak bergosip.

Seringkali, kata-kata yang dipikirkan dulu sebelum diucapkan bisa menghindari terjadinya perasaan yang terluka atau tersinggung. Nah, mari kita lebih cerdas memilih kata-kata.

 

* Jangan terlalu rajin memberi saran dan nasehat, serta batasi keinginan untuk selalu membantu mengatasi masalah teman

Dengan maksud baik, jika ada seorang teman yang meminta saran, dan kita bisa, berikanlah saran atau masukan sesuai yang dia perlukan, jangan merembet ke topik lain, apalagi yang topiknya melenceng atau gak nyambung. Mulai dari saran untuk masalah ringan, misalnya tentang bagaimana menulis email permohonan referensi, hingga saran untuk masalah yang lebih serius, misalnya memberi dukungan pada teman yang tengah bermasalah dalam perkawinannya. Tapi tolong diingat ya, berikan saran jika diminta atau jika teman yang bermasalah tersebut meminta dukungan secara terbuka dalam forum kelompok/grup sehingga semua anggota grup bisa memberikan saran dan pendapat. Berikan saran yang nyambung dengan masalah yang diceritakan. Sampaikan saran atau pandangan yang orisinil dan konkrit, artinya bukan hasil copy-paste pandangan orang lain, atau pemikiran ‘kira-kira’ yang disampaikan tanpa dukungan data atau fakta.

Jika tidak dimintai bantuan, jangan rese, jangan maksa untuk membantu meskipun ingin sekali memberikan saran atau pandangan. Setiap kita pasti punya masalah, dan setiap pribadi punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Berikan ruang kepada teman yang mempunyai masalah untuk mengolah urusannya dan membuat keputusannya sendiri.

 

* Jadilah diri sendiri, orisinil dan jujur

Hindari kepura-puraan, jangan mencoba atau berkeinginan menjadi orang lain, jangan mengarang atau memoles cerita dengan harapan akan menjadi lebih menarik.

Sikap pura-pura itu merepotkan, karena akan melahirkan tuntutan untuk menjaga  kepura-puraan itu. Mencoba atau berkeinginan menjadi orang lain juga merepotkan dan melelahkan. Cerita karangan atau hasil polesan biasanya malah tidak menarik, karena jika pendengar atau pembacanya cukup peka, akan ada bagian-bagian yang terasa tidak logis atau kurang wajar.

Jangan menyangkal iman, keyakinan, nilai-nilai hidup dan sudut pandang kita, hanya karena ingin tampil ‘klop’ dengan anggota-anggota lain dari satu grup. Jika seseorang atau sekelompok orang tidak bisa menerima kita sebagaimana adanya, membangun pertemanan dengan mereka akan menjadi sangat sulit. Daripada membuang waktu dan menjadi lelah karena harus terus melakukan ‘penyesuaian’, lebih baik cari teman atau grup lain.

Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang, karena tidak mungkin kita bisa ‘klop dan klik’ dengan semua orang.

 

* Terimalah teman sebagaimana adanya

Disaat bertemu orang-orang yang kemudian menjadi teman kita, bersahabatlah dengan mereka yang mau menerima aslinya kita. Orang lain juga akan melakukan hal yang sama. Sejatinya, kita semua ingin bersahabat dengan orang yang mau menerima kita apa adanya.

1044362_10151710708814767_1374840268_n1795562_10152821787679767_318643331708158241_n

* Berkomunikasi secara terbuka dan jujur

Membangun komunikasi dengan seseorang bisa membutuhkan waktu – dan pastinya, harus ada saling percaya. Jangan kuatir memberitahu teman jika kita perlu bantuan. Demikian juga sebaliknya, jika ada teman yang membutuhkan bantuan, dan kita bisa membantu, bantulah tanpa berpikir rumit tentang untung ruginya, dan tanpa banyak kekuatiran (misalnya, kuatir tidak dihargai, kuatir malah nantinya jadi merepotkan).

Berbagilah hal-hal yang, secara umum, baik dan positif, bukan baik untuk diri kita sendiri. Jangan mendominasi dan jangan bersikap menggurui dan menuntut pengakuan. Komunikasi yang menyenangkan adalah komunikasi yang seimbang, dari semua anggota yang terlibat, saling berbagi pengetahuan dengan kata-kata yang baik, saling mendengarkan, dan semua pihak mau berbesar hati jika ada tanggapan koreksi atas pendapatnya.

 

* Saling menghargai pilihan masing-masing

Apabila ada teman yang membuat keputusan untuk ‘pindah’, sementara kita pikir ‘tetap tinggal’ adalah hal yang tepat untuk dilakukan, jangan memaksakan pendapat kita, biarkan dia melakukan apa yang menurutnya baik.

Jika kita sudah memberikan saran kepada seorang teman, namun dia mempunyai pandangan yang berbeda, beranjaklah, jangan ngotot memberi nasehat dan saran yang tidak akan dihargai. Apa yang dia lakukan bisa jadi memang tepat untuk kehidupannya.

 

* Bersikap ramah, jangan jutek

Kita senang mempunyai teman yang tulus, ramah, memiliki kepedulian, bijak, tidak suka menilai orang lain, tidak suka berpura-pura, dan cerdas. Jadilah pribadi seperti itu dulu dan kita akan lebih mudah menarik pribadi-pribadi yang baik juga ke dalam lingkaran pertemanan kita.

 

* Berempati

Mencoba memahami suatu hal dari sudut pandang orang lain adalah sikap yang bisa membuat komunikasi dan saling pengertian dalam pertemanan terjalin lebih baik. Jangan bersikap masabodoh dan acuh-tak-acuh. Kita juga gak suka kalau dicuekin kan?

 

* Jangan irit memuji

Tunjukkan sikap menghargai dan menyayangi teman melalui pujian atas kualitas baik mereka atau pencapaian yang mereka raih. Berikan pujian dengan tulus, jangan berpura-pura, dan jangan berlebihan. Dengan menyampaikan pujian, artinya kita menghargai dan merasa senang berada dalam lingkaran pertemanan.  Ada teman yang sedang bergembira karena keberhasilan yang diraihnya? Ayo sampaikan pujian untuknya.

 

* Akui kesalahan dan minta maaf

Jika melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan, segera akui dan jangan ragu untuk bilang maaf. Jangan berdalih, tidak perlu sibuk mencari pembenaran, tidak usah repot mengarang cerita. Mengakui kesalahan dan menyampaikan maaf sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelemahan, kalah gengsi, ataupun kebodohan. Sejatinya, kemampuan untuk mengakui kesalahan dan minta maaf adalah sikap cerdas, berani dan anggun. Cerdas menyadari telah salah langkah, berani mengakui kesalahan dan minta maaf, dan dengan anggun berniat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

12744304_10154093174759767_8613612303551377693_n

* Biarkan berlalu

Apabila seseorang, sengaja ataupun tidak, melukai perasaan kita, sepatutnya kita sampaikan kepadanya bahwa kata-katanya atau sikapnya telah menimbulkan ketidaknyamanan. Jika ada permintaan maaf darinya, terimalah dengan besar hati dan hargai permintaan maafnya itu. Jika tidak ada permintaan maaf, tidak perlu memenuhi hati dan pikiran kita dengan kekesalan atau bahkan kebencian. Karena kita sudah menyampaikan padanya tentang ketidaknyamanan yang kita rasakan, sekarang biarkan ketidaknyamanan itu pindah kedalam pikirannya. Biarkan ketidaknyamanan itu berlalu dan lanjutkan langkah maju kita.

Jika kita membiarkan perasaan kesal dan marah terus memenuhi hati dan pikiran, kita akan tertahan dalam situasi tidak nyaman dan ini akan menghambat langkah maju hubungan pertemanan kita. Jangan mau melangkah di jalan masa lalu yang penuh duri. Biarkan ketidaknyamanan berlalu dan buatlah awal baru yang segar.

 

* Tepat waktu dan tepat janji

Ini 2 hal yang sebenarnya gak susah-susah amat untuk dilakukan, tapi kenapa cukup banyak orang yang mudah meleset waktu dan meleset janji ya.

Untuk tepat waktu, diperlukan kemampuan dalam mengelola waktu dan mengatur kegiatan. Pondasi dari kemampuan mengelola waktu dan mengatur kegiatan ini adalah kedisiplinan, disiplin pada diri sendiri dan disiplin dalam kelompok. Jangan mentoleransi diri sendiri untuk mengulur-ulur pekerjaan. Jangan ikut serta atau bertolerasi pada ketidakdisiplinan saat berada dalam kelompok.

Tepat janji adalah unsur penting dari tanggungjawab. Sama dengan perilaku ‘tepat waktu’, pondasi untuk perilaku ‘tepat janji’ juga adalah kedisiplinan. Jangan mudah menjanjikan apapun yang kita tidak yakin akan dapat memenuhi atau menepatinya. Jangan ingin membuat kesan sebagai orang yang ‘selalu bisa’, atau ‘gampang membuat penyesuaian’. Akan lebih baik mengatakan ‘saya mungkin tidak bisa, tapi akan saya usahakan’, daripada berjanji namun harus mengingkari.

 

* Sediakan waktu untuk bertemu dan berkumpul dengan teman-teman secara berkala

Nah ini kegiatan baik dan bermanfaat lho…bukan untuk sekedar eksis dan narsis. Bertemu dan berkumpul dengan teman adalah kesempatan untuk aktualisasi diri, bertukar info, mendapatkan pengetahuan dan, bahkan bisa juga, keterampilan. Tentunya semua harus dalam koridor positif dan dilakukan secara bijak, sehingga hasilnya adalah hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita, keluarga (secara tidak langsung), dan teman-teman yang terlibat.

 

* Nikmati hobi dan minat yang sama

Banyak pertemanan yang awalnya terjadi karena adanya kesamaan  hobi dan minat, misalnya olahraga favorit, membaca dan mengoleksi buku, grup dan jenis musik, keterampilan khusus, dan banyak lagi.

Beli tiket konser dan nonton bareng-bareng, asiknya pasti bikin ketagihan, betul kan?

12510237_10154025108764767_4836341365271169470_n12572946_10154025117689767_7090699398115454948_n

* Mencoba hal-hal baru bersama

Nyobain kedai kopi yang baru buka, jalan-jalan ke objek wisata baru atau yang sebelumnya tidak diminati untuk dikunjungi sendiri, atau belajar line dance bersama-sama, rasakan sensasinya!

 

* Hindari rutinitas

Pertemanan, sama seperti hubungan-hubungan antar manusia lainnya, terkadang bisa mengalami kejenuhan akibat rutinitas. Jangan isi pertemuan dengan banyak keluh kesah atau komplain. Jangan juga bergosip melulu. Salah satu manfaat pertemanan adalah bisa saling meringankan beban jika ada yang mengalami masalah, dan saling mendukung jika ada yang membutuhkan saran atau pendapat, tapi bukan berarti memberikan ruang seluas-luasnya untuk hal-hal yang bernada pesimis, muram, atau getir, sehingga keceriaan dan antusiasme menjadi tidak terasa. Jangan biarkan kejenuhan melanda, ayo cari tema, topik, dan hal-hal yang menyenangkan, sehingga setiap pertemuan selalu indah untuk dikenang dan  membangkitkan semangat untuk bertemu lagi.

 

* Cari keseimbangan dalam pertemanan

Berada dalam kelompok dengan sikap egois dan menjadi pribadi yang selalu ingin ‘mendapatkan’ dan ‘menerima’, bisa membawa seseorang ke kehidupan yang sepi. Saling mendukung, saling membangun karakter positif, saling memberi dan menerima dengan tulus dan wajar akan membuat hubungan pertemanan lebih bernilai.

 

* Jadilah penceria

Jadilah pendorong, pemberi semangat. Berikan motivasi bagi teman-teman yang sedang galau. Bantu teman yang bimbang dalam membuat keputusan. Ajukan pertimbangan dan saran yang cerdas, tapi jangan menggurui dan mendesak. Pribadi yang ceria selalu diperlukan di setiap kelompok pertemanan.

 

* Bisa menjaga rahasia

Dalam perjalanan pertemanan, adalah wajar jika ada teman yang mau berbagi informasi yang sifatnya sangat pribadi dan rahasia kepada kita. Jika seorang teman memberitahukan suatu rahasia kepada kita, itu artinya teman tersebut percaya kepada kita dan dia yakin bahwa kita akan menjaga rahasia itu. Jangan berkhianat dengan membagi rahasia itu kepada pihak lain. Ada banyak pertemanan yang hancur karena rahasia yang tersebar.

 

* Setiap hubungan pertemanan tumbuh dan berubah, terkadang bisa saja berakhir

Pribadi kita bisa berubah dalam kurun waktu 1 tahun. Bayangkan bagaimana perubahan yang bisa terjadi dalam kurun waktu 10 tahun atau lebih. Pribadi kita saat kita bertemu seseorang dulu bisa jadi bukan pribadi kita saat ini. Kita tumbuh, menjadi dewasa. Pemikiran-pemikiran kita berubah. Gaya dan pola hidup kita juga berubah, bisa perubahan yang biasa saja, bisa juga perubahan yang radikal. Begitu juga dengan teman-teman kita. Ada teman yang sebelumnya berperan besar dalam kehidupan kita, namun setelah beberapa waktu, bisa saja pengaruhnya menjadi berkurang. Disisi lain, ada teman yang sebelumnya biasa-biasa saja, namun seiring berjalannya waktu, dia menjadi pribadi yang kuat dan sangat bisa diandalkan.

Jika seorang teman berubah menjadi melemahkan kita, bersikap negatif, atau mengajak kita ke jalan yang berbahaya, jangan ragu untuk mengakhiri hubungan pertemanan yang tidak sehat ini. Terkadang kita harus berjuang mempertahankan hubungan yang berubah menjadi layu. Banyak kali, mengakhiri adalah keputusan yang baik.

Jika seorang teman berubah menjadi pribadi yang lebih baik, bersikap positif dan suportif, sepatutnyalah kita menjaga hubungan pertemanan dengannya dengan dasar saling memberi manfaat.

1780863_10154025123024767_3473134255193003386_n

02875a089c27417590ac078aae852167

Friendship is all about trusting each other, helping each other, loving each other and being crazy together.

~Sherly Hermawan~

Thursday, 17th March 2016, 01.35

 

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

 

Bliss – a poem

IMG_20151107_112942_HDR

Late this evening as we walked hand in hand

Going along way, sensing the rain stills

In silence we were sharing our blissfulness

While looking at people who pass by

Were they feeling their happiness too?

 

At the crossroad, a sweet lady graciously greeted us

We love her smile as it brought our lovely memories of Mama

Nature was flowing the sincerities through her kindness

And the warmth of love is embracing our souls

Did we make the lonely moon jealous?

 

Evening was turning into night, hand in hand we were still

As love is getting stronger, it is maturing us, as well

Such a perfect sweetness we do experience

If blessings were the most beautiful thing we may perceive

Then, why should we wearily seeking for the other merriments?

 

*Just a never ending gratitude from our hearts

 

24961_384205424766_3987321_n

~Sherly Hermawan~

Monday, 9th November 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 9th November 2015, 23.13

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan