Birthday Note (2 versions: English & Bahasa Indonesia)

birthday

Celebrating birthday… why not? as long as it implies as an expression of gratitude

Birth is our beginning. Birthday is an opened window of chance for us to start our life, the chance to fulfill our unique missions. So, a birthday is a momentous occasion to celebrate, to be remembered, just as a nation commemorates its birth or as an organization celebrates its founding. Not just a chance to party, eat well and receive gifts, instead it is a chance to remember the day that a special event occurred, to celebrate and give thanks and to reflect upon how well we fulfill our calling.

Day of birth is the day when we were mandated to participate in building the world. The Day when God entrusts us to face the challenges of the world. At the same time, we are given the ability to attain a qualified spiritual elevation to achieve the purpose of life – an unimaginable height for the soul before it is released from the noble heavenly abode to inhabit the physical body.

A birthday is a time to celebrate our existence as the part of joyful of the universe. Our existence should be the joy of the universe. It is also time to rethink our journey of life: how far have we stepped ahead, how big is the disparity between what I have accomplished and what I can accomplish? Am I spending my time properly or am I allowing myself to involve in things that distract me from my higher calling? How can I strengthen the thread that connects my outer life and my inner life?

Celebrating birthdays can be a moment to recall our birth, recall our beginning. How we were well prepared to start the life, we were entrusted by the Lord Creator, we had missions.

No matter how things went yesterday, or last year, this present moment we always have the capacity to try again. Birthday is a refresher, a chance for regeneration—not just materially, but spiritually.

Birthday celebration could also be a good time to show confidence that I am and will continue to be worthy of God’s trust. No matter the obstacles, I will persevere and live up to God’s expectations of me.

And now, with all the goodness of life; health, logical ability, qualified adequacy, beautiful and blessed family life, good spiritual and religious sides, good social life, good friends and encouraging friendships, I know it is good for me to celebrate my birthday, today, as an expression of my gratitude to the Lord Creator and also to the universe that are so extraordinary organizing this life.

Happy birthday to the happy-me, not just a one-day happiness, but I want the happiness that is always available and never receded, never faded.

May God be pleased.

20180801_122700

My birthday breakfast.. simple, and I love it.

 

Merayakan ulang tahun … kenapa tidak? selama itu dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur

Kelahiran adalah awal kita. Hari lahir adalah jendela kesempatan yang terbuka untuk kita memulai kehidupan, kesempatan untuk memenuhi misi-misi unik kita. Jadi, ulang tahun adalah momen yang sangat penting untuk dirayakan, untuk diperingati, sama seperti sebuah bangsa memperingati kelahirannya atau sebagai organisasi merayakan pendiriannya. Bukan sekadar kesempatan untuk berpesta, makan-makan dan menerima hadiah, melainkan kesempatan untuk mengingat hari ketika suatu peristiwa istimewa terjadi, untuk merayakan dan bersyukur dan untuk merefleksikan seberapa baik kita memenuhi panggilan kita.

Hari lahir adalah hari ketika kita diamanatkan untuk ikut membangun dunia. Hari ketika Tuhan mempercayakan kita untuk menghadapi tantangan dunia. Di saat yang sama, kita diberi kemampuan untuk mencapai ketinggian spiritual yang mumpuni untuk meraih tujuan kehidupan — ketinggian yang tak terbayangkan bagi jiwa sebelum dilepaskan dari tempat tinggal surgawi yang luhur untuk menghuni tubuh fisik.

Ulang tahun adalah saat untuk merayakan eksistensi kita sebagai bagian dari kegembiraan alam semesta. Keberadaan kita selayaknya menjadi kegembiraan alam semesta. Ini juga merupakan saat untuk memikirkan kembali perjalanan hidup kita: seberapa jauh kita telah melangkah, seberapa besarnya perbedaan antara apa yang telah saya capai dan apa yang dapat saya capai? Apakah saya menggunakan waktu dengan benar atau apakah saya membiarkan diri terlibat dalam hal-hal yang mengalihkan perhatian saya dari panggilan saya yang lebih tinggi? Bagaimana saya bisa memperkuat benang yang menghubungkan kehidupan luar saya dan kehidupan batin saya?

Merayakan ulang tahun bisa menjadi momen untuk mengingat kelahiran kita, mengingat awal kita. Bagaimana kita dipersiapkan dengan baik untuk memulai hidup, kita diberikan kepercayaan oleh Sang Pencipta, kita punya misi.

Tidak peduli bagaimana keadaan kemarin, atau tahun lalu, saat sekarang ini kita selalu memiliki kemampuan untuk mencoba lagi. Ulang tahun adalah penyegaran, kesempatan untuk regenerasi — bukan hanya secara materi, tetapi juga spiritual.

Perayaan ulang tahun juga bisa menjadi saat yang tepat untuk menunjukkan keyakinan diri bahwa saya dan akan terus menjadi layak sebagai kepercayaan Tuhan. Tidak peduli rintangannya, saya akan bertahan dan hidup sesuai dengan harapan Tuhan terhadap saya.

Dan sekarang, dengan segala kebaikan hidup; kesehatan, kemampuan logika, kecukupan yang berkualitas, kehidupan keluarga yang indah dan terberkati, sisi-sisi spiritual dan religi yang terpupuk baik, kehidupan sosial yang baik, teman-teman yang baik dan persahabatan yang menyemangati,  bukankah sepatutnya saya merayakan ulang tahun saya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta dan juga kepada semesta yang begitu ramah menyelenggarakan kehidupan ini?

Selamat ulang tahun kepada saya yang berbahagia, bukan hanya kebahagiaan satu hari, tetapi saya ingin kebahagiaan yang selalu tersedia dan tidak pernah surut, tidak pernah pudar.

Semoga Tuhan berkenan.

birthday to me

Serpong, 1st August 2018, 17.01

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan

I Love Birthdays… hari-hari ulang tahun itu menyenangkan… :D

dd4e19de52664ae245f88bd5c688d826

Karena acara utamanya pasti makan, menikmati kuliner yang enak di lidah dan bersahabat dengan perut.

2 hari lalu adalah hari ulang tahun saya, kebetulan hari Sabtu, hari ngumpul keluarga. Acara makan-makan dimulai dari sarapan. Mie Karet Krekot, mie paling enak buat kami sekeluarga, jadi tujuan pertama kuliner ulang tahun kali ini. Ulang tahun harus ada mie kan? semoga kebahagiaan, kesejahteraan dan rejeki selalu hadir dan berlangsung panjang dalam kehidupan keluarga.

Berlokasi di Jl. K.H. Samanhudi (Krekot), tepat di sebelah lintasan Kereta Api Krekot untuk jurusan Senen-Kota, resto sederhana ini sudah ada sejak sekitar 40 tahun lalu. Selain menu utama mie ayam, resto ini juga menyediakan nasi tim, pangsit kuah, kwetiau kuah. Kami belum pernah mencoba menu selain mie ayamnya, bukannya tidak suka, tapi setiap kali kesana gak pernah bisa pindah ke pilihan lain. Makanan pelengkap mie ayam yang tidak pernah kami lewatkan –karena benar-benar menambah selera- adalah cakwe, baso sapi garing, hati ayam rebus, dan baso goreng. Jika datang antara jam 06.30 – 08.00 menu utama dan makanan pelengkap bisa dipastikan masih tersedia lengkap, selewat jam 08.00 pasti ada saja yang sudah habis, cakwe dan hati ayam rebus paling cepat habis.

IMG_20150801_073025_1438389959187_1438390906066

Untuk makan siang, kami pilih Resto Warung Entjiem Lauw’Tan yang berlokasi di Jl. Batu Ceper no. 7, dari Jl. Hayam Wuruk, masuk jalan di sebelah Dunkin’ Donuts, posisinya tepat disebelah Dunkin’ Donuts. Resto bersuasana nyaman, dengan perabot kursi kayu warna gelap, meja-meja marmer untuk 2-4 orang, dan meja besar dari jati untuk 8-10 orang. Nuansa Cina Peranakan cukup terasa, ada beberapa foto tua di langit-langit, tapi buat saya kog kurang bisa dinikmati ya, harus mendongak sih, leher bisa pegel. Pelayanannya cukup baik dan cepat.

Sesuai namanya, resto ini menawarkan masakan Indonesia ala peranakan (encim). Kami memilih beberapa menu andalannya, yaitu Nasi Granat, Nasi Ranjau, Bubur Kampoeng, Gado-gado, Es Campur sebagai desert, dan minumnya Hot Chocolate dan Teh Panas Celup-celup yang free-refill.

IMG_20150801_101035    1438430884736

Nasi granat (menu terkenal dari resto ini): nasi putih yang legit dengan topping campuran potongan ikan peda, pete dan sambel dibungkus daun pisang berbentuk segitiga dengan semat lidi. Porsinya kecil banget, paling ukuran 2-3 suapan normal. Buat saya yang gak terlalu kuat dengan rasa pedas level tinggi, sambelnya terasa cukup menyengat, tapi karena  rasanya enak, meskipun megap-megap kepedasan, habis juga sih. Harga Rp8.500,- perporsi.

IMG_20150801_103335_HDRIMG_20150801_104321_HDR

Nasi Ranjau: mirip dengan Nasi Granat, tapi ada tambahan ayam suwir dan telur dadar diiris tipis, dibungkus daun pisang berbentuk panjang pipih seperti Nagasari (kue pisang). Porsinya satu suap lebih besar daripada Nasi Granat. Pedasnya sama, bikin saya megap-megap juga. Harga Rp10.000,- perporsi.

IMG_20150801_104619_HDR

Bubur Kampoeng: bubur ala Jakarta dengan taburan ayam suwir, irisan cakwe, kacang kedelai goreng dan daun bawang iris, disajikan dengan kerupuk meriah dan kuah santan kuning dalam mangkuk terpisah. Rasanya gurih (karena kuah santannya) dan enak, buburnya gak encer, jadi cukup bikin kenyang. Harga Rp22.000,- perporsi.

IMG_20150801_102937_HDR

Gado-gado: seperti umumnya, campuran sayuran rebus dengan saus kacang, dilengkapi potongan lontong. Yang saya suka saus kacangnya diulek, jadi sayurannya dimasukkan ke saus kacang ulek yang sudah diracik dengan bumbu-bumbu. Saya tidak suka gado-gado dengan saus kacang yang diblender, kurang klik rasanya. Toppingnya telur rebus setengah, bawang goreng, dan emping. Harga Rp25.000,- perporsi.

IMG_20150801_103535_HDR

Es campur: ada kolang-kaling, tape, alpukat, nangka, dan potongan roti tawar dipenuhi es serut dengan sirup merah dan susu kental manis. Belakangan ini saya memang lagi senang menikmati desert, jadi menurut saya es campur ini enak J. Harga Rp22.500,- perporsi.

Hot Chocolate: ini pesanan anak saya yang suka banget minuman coklat. Harga Rp19.000,- percangkir

Teh Panas Celup-celup: Air putih panas dengan 1 kantong teh beraroma melati. Boleh minta air putih panasnya berkali-kali. Harga Rp13.000,- percangkir.

IMG_20150801_103436_HDR_1438434795062  IMG_20150801_103140_HDR

Menu andalan lainnya yang layak dicoba:

* Homemade Tahu Lada Garam Rp27.000,- perporsi

* Engkong Tan’s Favorite Rice: nasi dengan topping irisan daging sapi dan sayuran,  Rp45.000,- perporsi

* Entjiem Hainam Chicken Rice Rp35.000,- perporsi

* Nasi Lemak Bakar Rp35.000,- perporsi

* Laksa Nyonya Besar Rp37.000,- perporsi

Di tulisan berikutnya akan saya lengkapi foto menu-menu sedap tersebut 🙂

Resto berlokasi mudah dicari, bersuasana nyaman dan bersih, makanannya enak, harganya cakep buat kantong, pelayanannya oke, narsis tidak dilarang (boleh foto-foto), kami pasti datang lagi dan lagi… 😀

IMG_20150801_102402_HDR IMG_20150801_102550_HDR

“Life should not only be lived, it should be celebrated” ~Osho~

Monday, 3rd August 2015

Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia

Published on 3rd August 2015, 23.22

Facebook:  https://www.facebook.com/sherlyhermawan